Respons cepat tersebut diambil untuk memprioritaskan keselamatan serta kesehatan seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan kampus. "Kami mengimbau kepada seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk mengambil langkah-langkah strategis dan efektif yang berorientasi pada pengurangan aktivitas di luar kampus kepada seluruh sivitas akademika," kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, dalam Konferensi Pers Update Situasi Terkini Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, dikutip dari siaran YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI, Minggu, 6 September 2026.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) di wilayah terdampak, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan pada sarana dan prasarana fisik kampus. Meski demikian, tingkat sebaran debu vulkanik yang meluas menuntut adanya pembatasan aktivitas secara langsung.
Baca Juga :
PJJ Mulai Besok di Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Ketentuan Lengkapnya
Pengalihan Perkulihan Daring dan Hybrid
Penerapan perkuliahan berbasis daring atau hybrid ditujukan untuk mengantisipasi gangguan pernapasan serta iritasi yang dapat dipicu oleh partikel tajam abu vulkanik."Aktivitas layanan kantor maupun proses pembelajaran dan aktivitas akademik lainnya dapat dilakukan secara daring, hybrid, atau cara yang dianggap lebih efektif untuk mengurangi paparan debu erupsi," kata Fauzan.
Setiap pimpinan perguruan tinggi diminta untuk segera mendirikan dan mengaktifkan posko siaga bencana di lingkungan kampus masing-masing. Posko ini bertugas membangun komunikasi intensif serta berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat.
Selain penyesuaian internal kampus, Kemdiktisaintek juga mendorong perguruan tinggi untuk menerjunkan para akademisi dan ahli dalam penanganan dampak bencana di masyarakat. "Lebih lanjut, kami mengimbau kepada pimpinan perguruan tinggi untuk memobilisasi para pakar, baik pakar kesehatan, teknik, lingkungan, kebencanaan, psikologi, dan lain-lain, untuk selalu terlibat dan memantau perkembangan erupsi ini," kata Fauzan. (Talitha Islamey)