Jakarta: Menjadi pemimpin di dunia bisnis tidak cukup hanya dengan memahami strategi dan mampu mengambil keputusan. Seorang pemimpin juga perlu bisa membaca peluang, mendorong inovasi, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, hingga menjaga kepercayaan terhadap organisasi.
Kemampuan tersebut menjadi penting karena keputusan bisnis tidak hanya berdampak pada perusahaan. Karyawan, pelanggan, investor, regulator, dan publik juga dapat menjadi pihak yang terdampak sekaligus menentukan keberhasilan sebuah strategi.
Karena itu, mahasiswa bisnis maupun calon pemimpin perlu memiliki perspektif yang lebih luas. Kemampuan bisnis perlu berjalan beriringan dengan kemampuan komunikasi dan pengelolaan stakeholder.
Lantas, apa saja kompetensi yang perlu dipersiapkan calon pemimpin bisnis?
1. Strategi bisnis dan pengambilan keputusan
Kemampuan memahami strategi bisnis menjadi fondasi bagi seorang pemimpin. Namun, kemampuan tersebut juga perlu diikuti dengan pengambilan keputusan yang tepat.
Pemimpin perlu mampu melihat persoalan secara menyeluruh, memahami model bisnis, membaca peluang. Termasuk menggunakan data sebagai salah satu dasar dalam menentukan arah organisasi.
2. Inovasi dan penciptaan nilai
Dunia bisnis terus berubah sehingga calon pemimpin juga perlu memiliki kemampuan melihat peluang dan menghasilkan nilai baru. Inovasi bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang berbeda.
Bagi organisasi, inovasi juga berkaitan dengan bagaimana sebuah gagasan dapat menjawab kebutuhan dan menjadi bagian dari strategi bisnis. Kemampuan ini membantu calon pemimpin tidak hanya bertahan menghadapi perubahan, tetapi juga melihat peluang di dalamnya.
3. Komunikasi strategis dan stakeholder engagement
Punya strategi bagus tidak otomatis membuat sebuah keputusan dapat dijalankan. Strategi perlu disampaikan dan dipahami oleh orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Karena itu, kemampuan komunikasi strategis menjadi kompetensi penting bagi calon pemimpin. Mereka perlu mampu menjelaskan keputusan, menyampaikan visi, sekaligus membangun hubungan dengan berbagai stakeholder.
Founder and CEO LSPR Institute Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani mengatakan keberhasilan eksekusi strategi bisnis sangat bergantung pada kemampuan pemimpin menyelaraskan tindakan dengan harapan para pemangku kepentingan. “Kebutuhan pemimpin saat ini tidak lagi terkotak-kotak. Keberhasilan eksekusi strategi bisnis sangat bergantung pada seberapa efektif pemimpin mampu menyelaraskan tindakan dengan harapan pemangku kepentingan,” ujar Prita dalam keterangannya, Jumat 4 September 2026.
4. Reputasi, brand, dan komunikasi krisis
Calon pemimpin juga perlu memahami bahwa keputusan bisnis dapat memengaruhi reputasi organisasi. Karena itu, pemahaman mengenai brand, reputasi, dan komunikasi krisis menjadi bagian penting.
Ketika organisasi menghadapi persoalan, pemimpin perlu mampu menentukan langkah sekaligus berkomunikasi dengan stakeholder untuk menjaga kepercayaan. Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Sekolah Bisnis Manajemen-Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB) Prof. Donald Crestofel Lantu mengatakan pemimpin transformatif perlu mampu menghubungkan strategi dan komunikasi, bisnis dan masyarakat, serta pengambilan keputusan dan kepercayaan.
“Pemimpin transformatif adalah mereka yang mampu menghubungkan hal-hal yang sering dipisahkan yaitu strategi dan komunikasi, bisnis dan masyarakat, kinerja dan tujuan, pengambilan keputusan dan kepercayaan,” ujarnya.
Empat kompetensi tersebut menjadi bagian dari pendekatan yang ditawarkan LSPR Institute of Communication and Business (LSPR Institute) dan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) meluncurkan Mini MBA in Strategic Communication and Business Leadership. Program eksekutif ini dirancang untuk mempertemukan kemampuan strategi bisnis dan komunikasi strategis dalam pengembangan kepemimpinan.
Program ini menggabungkan keahlian SBM ITB dalam strategi bisnis dengan pengalaman LSPR Institute dalam komunikasi strategis, reputasi korporat, komunikasi krisis, dan pengelolaan stakeholder. Program tersebut ditujukan bagi manajer senior, kepala unit bisnis, pimpinan komunikasi korporat, profesional public relations, serta future leaders yang membutuhkan perspektif lintas disiplin.
Bagi calon pemimpin, kombinasi kemampuan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan bisnis bukan hanya tentang menentukan ke mana organisasi harus bergerak. Pemimpin juga perlu mampu menjelaskan alasan di balik keputusan, membangun kepercayaan, dan mengajak orang lain bergerak menuju tujuan yang sama.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan