Pemerintah menegaskan ketiga model sekolah tersebut bukan program yang saling bersaing atau menggantikan sekolah negeri. Sebaliknya, seluruhnya dirancang menjadi satu ekosistem pendidikan yang saling melengkapi untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas, sekaligus menghadirkan pemerataan pendidikan.
Tenaga Ahli Menteri Sosial Andy Kurniawan mengatakan Sekolah Rakyat merupakan bentuk afirmasi negara bagi masyarakat miskin dan kelompok yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau layanan pendidikan.
| Baca juga:
|
"Sekolah Rakyat bukan program yang berdiri sendiri. Ini adalah bentuk afirmasi negara yang terintegrasi dengan berbagai instansi terkait," ujar Andy dalam program Newsline Metro TV, Kamis, 25 Juni 2026.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan Sekolah Nasional Terintegrasi dikembangkan sebagai pusat peningkatan mutu pendidikan di daerah.
"SNT hadir bukan sekadar proyek pembangunan sekolah baru. SNT adalah upaya mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah sekaligus menjadi pusat pertumbuhan mutu sekolah di sekitarnya," kata Mu'ti dalam taklimat media di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Adapun SMA Unggul Garuda disiapkan pemerintah untuk membina siswa-siswa berprestasi agar mampu bersaing di perguruan tinggi terbaik dunia.
Lantas, apa saja perbedaannya? Simak informasi berikut ini
Perbedaan Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat, dan SMA Unggul Garuda
1. Sasaran Peserta Didik
Sekolah RakyatDitujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan yang mengalami hambatan mengakses pendidikan. Program ini menjadi bentuk afirmasi pemerintah agar tidak ada anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi.
Sekolah Nasional Terintegrasi
Menyasar peserta didik berprestasi dari daerah yang memiliki potensi akademik maupun nonakademik. SNT diharapkan menjadi pusat pengembangan mutu pendidikan di setiap wilayah.
SMA Unggul Garuda
Difokuskan untuk siswa-siswa terbaik Indonesia yang diproyeksikan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kelas dunia, termasuk penerima berbagai program beasiswa pemerintah.
2. Tujuan Program
Sekolah RakyatMenghapus hambatan ekonomi dalam memperoleh pendidikan dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Sekolah Nasional Terintegrasi
Meningkatkan mutu pendidikan daerah sekaligus menjadi model sekolah rujukan.
SMA Unggul Garuda
Mencetak talenta unggul Indonesia yang siap bersaing di tingkat global.
3. Pengelola Sekolah
Sekolah RakyatSekolah Rakyat dikelola secara kolaboratif oleh Kementerian Sosial, Kemendikdasmen, Kementerian PUPR, dan pemerintah daerah.
Sekolah Nasional Terintegrasi
SNT diselenggarakan langsung oleh Kemendikdasmen berdasarkan Inpres Nomor 20 Tahun 2026.
SMA Unggul Garuda
Sekolah Garuda berada di bawah Kemendiktisaintek sebagai bagian dari strategi pengembangan talenta nasional.
4. Kurikulum
Sekolah RakyatSekolah Rakyat menggunakan kurikulum nasional yang dipadukan dengan penguatan karakter dan pemberdayaan.
Sekolah Nasional Terintegrasi
SNT menerapkan tiga lapis kurikulum, yakni Kurikulum Nasional, Kurikulum Kekhasan Sekolah, dan Kurikulum Berbasis Konteks Lokal. Pembelajaran diperkuat STEAMS, coding, AI, dan LMS.
SMA Unggul Garuda
Sekolah Garuda menerapkan kurikulum berbasis riset, kepemimpinan, sains, teknologi, serta penguatan bahasa asing untuk mempersiapkan siswa masuk kampus terbaik dunia.
5. Sistem Seleksi
Sekolah RakyatSekolah Rakyat menggunakan pendekatan afirmasi berdasarkan kondisi sosial ekonomi keluarga.
Sekolah Nasional Terintegrasi
SNT melakukan seleksi nasional melalui jalur prestasi, rekomendasi sekolah, dan tes skolastik.
SMA Unggul Garuda
Sekolah Garuda menyeleksi siswa dengan standar akademik tinggi melalui proses seleksi nasional.
Target Pemerintah
Pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029. Pada periode yang sama, pemerintah juga menargetkan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi yang tersebar di berbagai daerah sebagai pusat peningkatan mutu pendidikan.| Baca juga:
|
Sementara itu, pembangunan SMA Unggul Garuda dilakukan secara bertahap untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi talenta-talenta terbaik Indonesia. Pengamat pendidikan Alpha Amirrachman menilai pembagian peran tersebut merupakan strategi pemerataan pendidikan yang dapat mempersempit kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia.
"Kebijakan pendidikan berlapis ini adalah terobosan krusial untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Dengan kolaborasi antar-kementerian dalam penyelarasan kurikulum dan standardisasi mutu, kita membangun fondasi sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan relevan," ujar Alpha.
Ia menegaskan kehadiran Sekolah Rakyat, SNT, maupun SMA Unggul Garuda tidak mengurangi perhatian pemerintah terhadap sekolah negeri reguler. Ketiganya justru dirancang untuk memperkuat sistem pendidikan nasional melalui pendekatan yang berbeda sesuai kebutuhan peserta didik.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda