Ilustrasi Siswa. Dok BKHM
Ilustrasi Siswa. Dok BKHM

Seleksi Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwalnya

Ilham Pratama Putra • 24 Juni 2026 11:34
Ringkasnya gini..
  • Kemendikdasmen membuka seleksi Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 bagi calon kepala sekolah.
  • Peserta wajib memenuhi syarat akademik, pengalaman, sertifikat pendidik, dan kemampuan bahasa Inggris.
  • Seleksi berlangsung melalui pendaftaran, administrasi, wawancara, hingga pengumuman 9 Juli 2026.
Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka seleksi Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi bagi calon kepala sekolah. Calon kepala sekolah yang memenuhi persyaratan dapat memiliki peluang menjadi Kepala Sekolah di Sekolah Nasional Terintegrasi. 
 
Seleksi ini mencakup sejumlah tahapan. Tahapan yang dilali mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, hingga wawancara.
 
Pelaksanaan seleksi mengacu pada ketentuan Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025. Calon peserta wajib memenuhi persyaratan umum maupun persyaratan tambahan sebelum mengikuti proses seleksi.
 
Baca juga: Sekolah Nasional Terintegrasi Dapat Anggaran Rp 7,21 Triliun pada 2027

Mengutip unggahan Instagram @ppg_kemendikdasmen_go_id, berikut persyaratan hingga lini masa seleksi:

Persyaratan Calon Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi

Persyaratan Umum

  • Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Memiliki kualifikasi akademik minimal Sarjana S1 atau Diploma IV (D-IV).
  • Memiliki pangkat/golongan minimal III/c.
  • Memiliki Sertifikat Pendidik.
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.
  • Berusia paling tinggi 56 (lima puluh enam) tahun pada saat diberi penugasan sebagai kepala sekolah.
  • Surat keterangan bebas dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya (NAPZA) setelah pengumuman lulus seleksi.

Persyaratan Tambahan

  • Memiliki pengalaman sebagai kepala sekolah paling singkat 2 (dua) tahun.
  • Memiliki penilaian kinerja sebagai Kepala Sekolah dengan predikat paling rendah Baik pada periode 1 (satu), dan bagi Kepala Sekolah yang menjalani tugas pada periode 2 (dua) memiliki penilaian kinerja dengan predikat Sangat Baik pada 2 (dua) tahun terakhir.
  • Memiliki kemampuan Bahasa Inggris aktif (lisan dan tulisan).
  • Bersedia ditempatkan di seluruh Satuan Pendidikan Sekolah Nasional Terintegrasi.

Rencana Linimasa Seleksi

  • Koordinasi dan sosialisasi dengan UPT Ditjen GTK, Dinas Pendidikan dan bakal calon Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi: 23 Juni 2026
  • Coaching Clinic Pendaftaran: 23 Juni 2026
  • Pendaftaran Peserta: 23-27 Juni 2026
  • Seleksi Administrasi: 29 Juni-1 Juli 2026
  • Wawancara: 2-6 Juli 2026
  • Pengumuman: 9 Juli 2026
Diketahui, pemerintah berencana menyediakan Sekolah Nasional Terintegrasi pada tahun 2026. Rencananya, akan ada 100 Sekolah Nasional Terintegrasi yang bakal ditetapkan pada tahun ini. 
 
"Tahun ini direncanakan kita akan bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam konferensi pers di Istana Negara, Kamis 11 Juni 2026. 
 
Baca juga: 100 Sekolah Unggul Non-Asrama Siap Dibangun, Abdul Mu'ti: Tahun Ini Dimulai

 
Mengutip laman Kemenko PMK, Sekolah Nasional Terintegrasi adalah model layanan pendidikan modern dari pemerintah Indonesia yang menyatukan jenjang mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK dalam satu kawasan dan sistem tata kelola yang terpadu. Program ini bertujuan memeratakan mutu pendidikan yang inklusif dan bebas biaya.
 
Mu'ti menjelaskan, tidak semua Sekolah Nasional Terintegrasi bangunan baru. Saat ini sudah ada 36 sekolah yang akan diseleksi untuk menjadi Sekolah Nasional Terintegrasi. 
 
"Sudah ada usulan-usulan sekolah yang masuk dari 36 yang sudah kami seleksi," terang Mu'ti.
 
Di samping itu, akan ada bangunan milik Kemendikdasmen yang akan dijadikan Sekolah Nasional Terintegrasi. Termasuk bangunan di lingkungan Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajem Paser Utara, Kalimantan Timur. 
 
"Tahun ini nanti akan kami mulai, insyaallah lima itu kami buka di balai-balai yang dimiliki oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kemudian ada satu yang di IKN," jelasnya. 
 
Sedangkan, Sekolah Nasional Terintegrasi dengan banguanan baru diperkirakan ada 9. Daerahnya pun sudah diseleksi. 
 
"Kemudian sembilan yang nanti kita bangun baru di daerah yang sudah diseleksi," ungkap Mu'ti.
 
Baca juga: 
 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA