Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG), Nunuk Suryani, mengatakan dukungan pembiayaan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan guru profesional di Indonesia. Dengan biaya pendidikan yang ditanggung pemerintah, peserta dapat lebih fokus menjalani proses pendidikan profesi.
"Seluruh peserta yang dinyatakan lulus seleksi akan memperoleh bantuan biaya pendidikan selama mengikuti PPG. Dengan demikian, calon guru akan fokus mempersiapkan diri menjadi pendidik yang profesional," kata Nunuk dalam webinar sosialisasi pembukaan seleksi PPG Calon Guru Tahun 2026 dikutip Jumat 3 Juli 2026.
| Baca juga: Rujukan Buat Guru, Ini Rangkaian Kegiatan 5 Hari MPLS Ramah Anak Jenjang SD |
Menurut Nunuk, kebutuhan Indonesia terhadap guru profesional masih sangat besar. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai dukungan agar semakin banyak lulusan perguruan tinggi yang tertarik menekuni profesi guru.
"Indonesia membutuhkan lebih banyak guru profesional untuk hadir di ruang-ruang belajar anak-anak kita. Pemerintah juga berupaya menghadirkan dukungan yang nyata," ujarnya.
Program PPG diselenggarakan selama dua semester. Selama mengikuti pendidikan, peserta akan menjalani perkuliahan, praktik pengalaman lapangan di sekolah, proyek pembelajaran, serta pendampingan dari dosen dan guru pamong.
Selain itu, pembelajaran dalam PPG juga menerapkan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam yang mendorong peserta melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar sekaligus mengembangkan inovasi pembelajaran. Di akhir pendidikan, peserta diwajibkan mengikuti Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) yang terdiri atas ujian tertulis dan ujian kinerja.
"Peserta yang lulus akan memperoleh sertifikat pendidik sebagai bukti profesionalisme guru," tutur dia.
| Baca juga: Guru Belum S1? Simak Syarat dan Link Pendaftaran Beasiswa Kualifikasi Akademik Kemendikdasmen 2026 |
Persyaratan Pendaftar PPG Calon Guru
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Tidak terdaftar sebagai guru/kepala sekolah pada basis data guru dan tenaga kependidikan seperti Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Simpatika.
- Berusia paling tinggi 32 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran.
- Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) atau terdata pada basis data penyetaraan ijazah luar negeri bagi lulusan perguruan tinggi di luar negeri.
- Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) paling rendah 3,00.
- Memiliki surat keterangan sehat jasmani dari dokter umum dan sehat rohani dari dokter spesialis kejiwaan/psikiater (diserahkan pada saat lapor diri).
- Memiliki surat keterangan berkelakuan baik (diserahkan pada saat lapor diri).
- Memiliki surat keterangan bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) (diserahkan pada saat lapor diri).
- Menandatangani pakta integritas.
- Mengikuti tahapan seleksi yaitu seleksi administrasi, tes substantif, dan tes wawancara.
Baca juga: |
Alur Pendaftaran
- Calon peserta memulai pendaftaran.
- Daftar akun: mencakup cek email, cek data kependudukan, cek NIK di Dapodik dan Simpatika, cek NIM di PD-Dikti, dan membuat kata sandi.
- Login.
- Melengkapi biodata: terdiri dari biodata diri, pengalaman mengikuti pelatihan, pengalaman berorganisasi, pengalaman melatih/mengembangkan orang lain, hobi, dan berkas pendukung.
- Cek prodi S1.
- Pilih bidang studi.
- Melengkapi kuesioner refleksi diri.
- Melengkapi esai.
- Memilih lokasi Tempat Uji Kompetensi (TUK).
- Melengkapi pakta integritas.
- Melengkapi keberminatan lokasi mengajar dan berkuliah.
- Pembayaran (biaya pendaftaran Rp 200.000,-).
Tahapan Seleksi
- Tahap 1 (Administrasi): Meliputi CV dan esai (informasi umum, pengalaman mengajar, refleksi diri, dll).
- Tahap 2 (Knowledge & Skill): Meliputi tes penguasaan konten bidang studi dan tes kemampuan dasar literasi numerasi.
- Tahap 3 (Panggilan Jiwa): Meliputi tes kepribadian dan wawancara (terhadap 8 kompetensi perilaku minimal yang harus dimiliki oleh calon mahasiswa).
Hal Penting dalam Pendaftaran
- Keberminatan lokasi mengajar: Berdasarkan proyeksi kebutuhan guru 2027-2028, menjadi dasar pertimbangan pengolahan hasil seleksi, dan masih dapat diubah selama masa pendaftaran meskipun sudah membayar.
- Keberminatan lokasi kuliah: Terbatas kuota sesuai ketersediaan dan bidang studi di masing-masing LPTK, menjadi dasar penempatan mahasiswa di LPTK, dan masih dapat diubah hingga pendaftaran selesai walaupun telah melakukan pembayaran.
- Keberminatan lokasi ujian: Terbatas kuota sesuai kapasitas TUK, lokasi TUK tidak dapat diubah setelah proses pembayaran dinyatakan berhasil, dan esai harus terisi jika ingin mencetak kartu peserta ujian.
| Baca juga: AI dan Coding Jadi Prioritas Pendidikan Nasional, Ini Platform Panduan Mengajar Buat Guru |
Bidang Studi yang Dibuka
Bidang Studi Umum:1. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
2. Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
3. Bimbingan dan Konseling
4. Informatika
5. Seni Budaya Pendidikan Pancasila
6. Pendidikan Luar Biasa
7. Bahasa Indonesia
8. Pendidikan Pancasila
9. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
10. Sejarah
11. Sosiologi
12. Bahasa Inggris
13. Geografi
14. Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGPAUD)
15. Ekonomi
16. Biologi
17. Kimia
18. Fisika
Bidang Studi Vokasi:
1. Teknik Otomotif
2. Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
3. Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis
4. Desain Komunikasi Visual
5. Perhotelan
6. Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim
7. Kuliner
8. Teknik Pengelasan dan Fabrikasi Logam
9. Teknik Elektronika
10. Teknik Ketenagalistrikan
11. Busana
12. Usaha Layanan Pariwisata
13. Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian
14. Pemasaran
15. Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan
Lini Masa Seleksi PPG Calon Guru 2026
- Pendaftaran calon peserta seleksi: 27 Juni-25 Juli 2026
- Pengumuman hasil seleksi administrasi: 26-28 juli 2026
- Cetak kartu peserta: 28 Juli-2 Agustus 2026
- Pelaksanaan tes substantif: 3-7 Agustus 2026
- Pengumuman hasil tes substantif: 26 Agustus 2026
- Pengumuman jadwal wawancara: 29 Agustus 2026
- Pelaksanaan tes wawancara: 31 Agustus-16 September 2026
- Pengumuman hasil tes wawancara/hasil seleksi: 21 September 2026
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda