Guru Peserta Workshop Menggunakan Microsoft AI Classroom Toolkit. Foto: Dok Microsoft
Guru Peserta Workshop Menggunakan Microsoft AI Classroom Toolkit. Foto: Dok Microsoft

AI dan Coding Jadi Prioritas Pendidikan Nasional, Ini Platform Panduan Mengajar Buat Guru

Ilham Pratama Putra • 01 Juli 2026 07:29
Ringkasnya gini..
  • AI dan coding masuk prioritas pendidikan nasional mulai 2027.
  • Guru dibekali panduan mengajar AI secara aman dan etis.
  • Microsoft AI Classroom Toolkit bantu literasi AI di sekolah.
Jakarta: Pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dipastikan menjadi bagian dari prioritas pendidikan nasional pada 2027. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan penguatan kompetensi digital peserta didik dilakukan untuk relevansi literasi digital. 
 
Karena itu, cara belajar siswa pun akan bergeser kepada pola kecerdesan buatan. Namun, penggunaan AI di sekolah dinilai tidak cukup hanya mengajarkan cara memakai teknologi, melainkan juga perlu dibarengi kemampuan memahami risiko, menjaga etika, dan berpikir kritis.
 
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Biji-biji Initiative bersama ekosistem pengembangan talenta Mereka, sebagai mitra strategis Microsoft, meluncurkan Microsoft AI Classroom Toolkit. Materi pembelajaran lewat Microsoft AI Classroom Toolkit dirancang untuk membantu guru dan siswa membangun literasi AI sejak dini.
 
Baca juga: Resmi! Coding dan AI Jadi Prioritas Pendidikan Nasional 2027  


"Dengan Microsoft AI Classroom Toolkit tak hanya mendapatkan panduan yang dapat membantu guru tapi guru juga dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab saat mengahar siswa," kata Digital Safety Director Asia Microsoft, Madeline Shepherd dalam keterangannya, Selasa 30 Juni 2026. 
 
Madeline mengatakan AI akan menjadi salah satu keterampilan penting bagi generasi masa depan. Karena itu, pendidik perlu dibekali kemampuan AI.
 
"Pembekalan AI melalui Microsoft AI Classroom Toolkit ini tidak hanya digunakan sebagai alat produktivitas, tetapi juga sebagai sarana membangun kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab," tegasnya. 
 
Toolkit tersebut juga memiliki fitur sebagai sumber belajar interaktif bagi guru dan siswa usia 13-15 tahun. Materinya menggabungkan pendekatan naratif dengan aktivitas pembelajaran di kelas sehingga guru dapat mengajak siswa berdiskusi mengenai berbagai isu dalam penggunaan AI.
 
Beberapa topik yang dibahas dalam toolkit ini antara lain risiko informasi palsu atau AI hallucination, perlindungan data pribadi, potensi bias dalam hasil AI. Ada juga topik terkait membangun kebiasaan digital yang sehat di tengah perkembangan teknologi.
 
Selain peluncuran toolkit, forum ini juga menggelar diskusi panel bertajuk "Mengajar di Era AI". Forum ini membahas peluang dan tantangan penggunaan AI di lingkungan pendidikan bersama perwakilan pemerintah, industri teknologi, dan organisasi sosial.
 
Baca juga: Kemendikdasmen Siapkan Rp5,83 Triliun untuk Digitalisasi Pembelajaran, Ada Coding dan AI  

 
Director of Program Development and Impact Save the Children Indonesia, Ratri Sutarto, menilai literasi AI perlu dibangun. Literasi AI menjadi penting tidak hanya dalam membentuk kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap risiko dan dampak teknologi bagi anak.
 
"Anak-anak merupakan kelompok yang tumbuh bersama teknologi AI. Karena itu, literasi AI perlu dibangun tidak hanya dari sisi keterampilan menggunakan teknologi, tetapi juga dari kemampuan memahami risikonya, menjaga keamanan digital, serta tetap mengedepankan empati, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis," kata Ratri.
 
Dalam rangkaian acara tersebut, sekitar 70 guru dari berbagai sekolah di Indonesia juga mengikuti workshop "AI di Ruang Kelas". Workshop tersebut diharapkan dapat membantu guru dalam memahami bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.
 
Setditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Suparto, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam memperkuat kesiapan pendidikan menghadapi era AI. Menurutnya, transformasi pendidikan digital membutuhkan pemanfaatan teknologi yang tetap memperhatikan aspek etika, keamanan, dan karakter peserta didik.
 
"Melalui Microsoft AI Classroom Toolkit, Biji-biji Initiative, Mereka, dan Microsoft Indonesia berharap semakin banyak sekolah mampu membangun budaya penggunaan AI yang inovatif sekaligus bertanggung jawab. Literasi AI di ruang kelas diharapkan menjadi bekal siswa untuk belajar, berkreasi, dan berkolaborasi di era digital," tutup Suparto. 
 
Baca juga: 5 Benefit Kuliah di Luar Negeri ala Mendikdasmen, Kamu Minat?  

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA