Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Resmi! Coding dan AI Jadi Prioritas Pendidikan Nasional 2027

Ilham Pratama Putra • 22 Juni 2026 10:38
Ringkasnya gini..
  • Coding dan AI menjadi bagian dari prioritas pendidikan nasional untuk menghadapi perkembangan teknologi.
  • Kemendikdasmen mendorong penguatan kompetensi digital melalui digitalisasi pembelajaran dan deep learning.
  • Program pendukung lainnya mencakup pengembangan talenta, prestasi, dan Tes Kemampuan Akademik.
Jakarta: Pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dipastikan menjadi bagian dari prioritas pendidikan nasional pada 2027. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan penguatan kompetensi digital peserta didik dilakukan untuk relevansi literasi digital. 
 
"Perkembangan teknologi menjadi salah satu fokus pemerintah untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi," kata Mu'ti dalam Raker Komisi X DPR dikutip Seni 22 Juni 2026.
 
Selain coding dan AI, pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendukung seperti digitalisasi pembelajaran. Mulai dari pembelajaran mendalam (deep learning), pengembangan talenta dan prestasi, hingga Tes Kemampuan Akademik (TKA).
 
Baca juga: Target Naik! Pemerintah Revitalisasi 71.744 Sekolah TK-SMA 2026, Serap 1,1 Juta Pekerja

"Kami melakukan peningkatan kualitas pembelajaran dan pengajaran melalui digitalisasi pembelajaran, pembelajaran mendalam, coding, dan kecerdasan artifisial," ujar Abdul Mu'ti.

Lantas, apa saja program prioritas Kemendikdasmen 2027? Berikut informasinya!

Program prioritas pendidikan 2027

Pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun
  • Revitalisasi satuan pendidikan.
  • Penanganan anak tidak sekolah (ATS).
  • Program Indonesia Pintar (PIP).
  • Pemerataan layanan satu tahun prasekolah.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran
  • Digitalisasi pembelajaran.
  • Sekolah Nasional Terintegrasi.
  • Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru.
  • Pembelajaran mendalam (deep learning).
  • Coding dan kecerdasan artifisial (AI).
  • Tes Kemampuan Akademik (TKA).
  • Pengembangan talenta dan prestasi.
  • Penguatan karakter melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Penguatan Pendidikan Vokasi
  • Peningkatan kualitas layanan SMK.
  • Pendidikan kecakapan kerja.
  • Pendidikan kewirausahaan.
  • Kemitraan vokasi dengan industri.
Pengembangan Bahasa dan Sastra
  • Pelestarian bahasa daerah.
  • Pemartabatan bahasa Indonesia.
  • Penginternasionalan bahasa Indonesia.
Baca juga: 100 Sekolah Unggul Non-Asrama Siap Dibangun, Abdul Mu'ti: Tahun Ini Dimulai

Untuk mendukung program tersebut, Kemendikdasmen mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp40,75 triliun untuk tahun anggaran 2027. Tambahan dana tersebut dinilai diperlukan untuk mendukung berbagai program pendidikan yang belum terakomodasi dalam pagu indikatif yang telah ditetapkan pemerintah.
 
Mu'ti, mengatakan Kemendikdasmen sudah memperoleh pagu indikatif sebesar Rp58,24 triliun pada tahun 2027. Hal itu tertuang dalam surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas.
 
Namun, sebagian besar anggaran dalam pagu indikatif tersebut telah ditetapkan penggunaannya untuk membiayai berbagai program prioritas nasional. Termasuk untuk kebutuhan operasional kementerian.
 
"Maka kebutuhan untuk membiayai program lain kami usulkan agar mendapat tambahan anggaran," kata Mu'ti.
 
Ia menjelaskan, usulan tambahan anggaran sebesar Rp40,75 triliun telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Kementerian Sekretariat Negara melalui surat resmi Kemendikdasmen tertanggal 27 Mei 2026.
 
Baca juga: Umur 5 Tahun Bisa Masuk SD di SPMB 2026, Tapi Ini Syaratnya

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA