Mendikdasmen Abdul Muti usai bertemu Presiden Prabowo Subianto. DOK Istimewa
Mendikdasmen Abdul Muti usai bertemu Presiden Prabowo Subianto. DOK Istimewa

Target Naik! Pemerintah Revitalisasi 71.744 Sekolah TK-SMA 2026, Serap 1,1 Juta Pekerja

Renatha Swasty • 12 Juni 2026 10:27
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 sekolah sepanjang 2026 mulai dari TK hingga SMA.
  • Jumlah tersebut meningkat dari rencana sebelumnya. Awalnya, pemerintah menargetkan revitalisasi 11.744 sekolah dengan anggaran sebesar Rp14 triliun.
  • Revitalisasi sekolah mendorong keterlibatan masyarakat setempat sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja di daerah.
Jakarta: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkap pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 sekolah sepanjang 2026. Program tersebut mencakup renovasi gedung sekolah, mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
 
“Tahun ini kami akan melakukan revitalisasi untuk 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia," ujar Mu'ti usai dalam konferensi pers usai bertemu Presiden Prabowo Subianto melalui siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dikutip Jumat, 12 Juni 2026.
 
Dia mengatakan jumlah tersebut meningkat dari rencana sebelumnya. Awalnya, pemerintah menargetkan revitalisasi 11.744 sekolah dengan anggaran sebesar Rp14 triliun. 

Namun, pemerintah berkomitmen menambah sasaran sebanyak 60.000 satuan pendidikan, sehingga total target revitalisasi mencapai 71.744 sekolah. Hingga saat ini, pemerintah telah menyelesaikan sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi 11.744 sekolah. 
 
"Bahkan, beberapa di antaranya sudah bisa selesai di bulan Juli atau Agustus, dan sudah bisa diresmikan untuk memulai tahun ajaran 2026/2027," ujar dia.
  Mu'ti mengatakan program revitalisasi sekolah memiliki dampak lebih luas sekadar perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Berdasarkan hasil kajian pemerintah, program tersebut juga berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat.
 
Ia menjelaskan pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui mekanisme swakelola, sehingga proses pembangunan dan perbaikan dilaksanakan langsung oleh masing-masing satuan pendidikan. Skema tersebut dinilai dapat mendorong keterlibatan masyarakat setempat sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja di daerah.
 
“Mereka yang mengerjakan revitalisasi untuk 71.744 (sekolah) tu sekitar 1,1 juta orang, yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan,” ungkap dia.
 
Mu'ti mengeklaim program revitalisasi sekolah mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Selama peninjauan ke daerah-daerah tersebut, Mu'ti menyebut pengelola sekolah dan para siswa sangat mengapresiasi program tersebut.
 
"Karena komitmen Bapak Presiden (Prabowo Subianto) untuk peningkatan mutu pendidikan, kami merevitalisasi sekolah-sekolah itu, baik sekolah negeri maupun swasta, dan itu kami selenggarakan di seluruh Indonesia," tutur dia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA