Mendikdasmen Abdul Mu'ti. DOK Kemendikdasmen
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. DOK Kemendikdasmen

5 Benefit Kuliah di Luar Negeri ala Mendikdasmen, Kamu Minat?

Renatha Swasty • 18 Juni 2026 14:34
Ringkasnya gini..
  • Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, mendorong mahasiswa dan dosen memanfaatkan berbagai peluang belajar di luar negeri.
  • Hal itu sebagai upaya meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan membangun jejaring global.
  • Dia mengungkap terdapat lima benefit belajar di luar negeri.
Tangerang: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mendorong mahasiswa dan dosen memanfaatkan berbagai peluang belajar di luar negeri. Hal itu
sebagai upaya meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan membangun jejaring global. 
 
Mu'ti mengatakan kesempatan belajar maupun memperoleh beasiswa internasional terbuka luas bagi siapa saja yang memiliki kesungguhan dalam menekuni bidang ilmu tertentu. Dia menegaskan kunci utama meraih kesempatan belajar di luar negeri adalah komitmen dan keseriusan mengembangkan kompetensi akademik. 
 
Berbagai jalur dapat ditempuh, mulai dari program pertukaran pelajar, kursus jangka pendek, hingga program riset dan penulisan ilmiah yang didukung berbagai lembaga pendanaan.

“Kesempatan itu sangat terbuka. Namun semuanya mensyaratkan kesungguhan untuk menekuni bidang ilmu tertentu. Kuncinya ada pada komitmen,” ujar Mu'ti dalam Seminar Membedah Peluang Belajar di Luar Negeri dan Meraih Beasiswa Internasional di Tangerang melalui keterangan tertulis dikutip Jumat, 18 Juni 2026. 
 
Dia mengungkap terdapat lima benefit belajar di luar negeri. Berikut benefitnya:

Benefit kuliah di luar negeri

Bangun pola pikir dan karakter lebih kuat

Pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya memberikan manfaat dari sisi akademik, tetapi juga membantu membangun pola pikir dan karakter lebih kuat. Karena itu, minat melanjutkan studi ke luar negeri perlu disertai perencanaan matang dan kemampuan menjaga motivasi ketika menghadapi berbagai tantangan.
 

Mendorong pengembangan kemampuan berpikir

Selain itu, berada dalam atmosfer akademik yang mendorong pengembangan kemampuan berpikir. Mu'ti menyebut di banyak perguruan tinggi internasional, hubungan antara dosen dan mahasiswa juga dibangun melalui proses pendampingan lebih intensif sehingga menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik.
 
“Atmosfer akademik yang kuat membuat pengalaman belajar menjadi sangat bermakna. Kemampuan berpikir logis dan kritis dibangun melalui budaya akademik yang tumbuh dengan baik,” tutur dia.

Memberikan kesempatan memahami budaya berbeda 

Pengalaman tinggal dan belajar di negara lain juga memberikan kesempatan memahami budaya berbeda. Melalui pengalaman tersebut, peserta didik dapat mempelajari nilai-nilai kedisiplinan, penghormatan terhadap sesama, ketertiban di ruang publik, serta berbagai praktik baik yang dapat menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

Membangun jejaring global

Dia juga menyoroti jejaring internasional yang terbentuk selama menempuh pendidikan di luar negeri. Interaksi dengan mahasiswa, akademisi, dan profesional dari berbagai negara dinilai dapat membuka peluang kolaborasi sekaligus memperluas perspektif dalam menghadapi tantangan global.
 
“Kesempatan-kesempatan itu selalu ada. Namun peluang tersebut hanya dapat diraih oleh mereka yang sungguh-sungguh, memiliki komitmen untuk terus maju, dan mampu membangun jejaring yang luas,” kata dia.
 
Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Desri Arwen, menyampaikan menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu, berbagai peluang pendidikan, termasuk kesempatan belajar di luar negeri, perlu dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA