Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid. Foto: Zoom
Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid. Foto: Zoom

SangiRun Night TRail 2021, Tak Sekadar Lomba Lari Biasa

Citra Larasati • 19 November 2021 14:53
Jakarta:  Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar event bertajuk: "SangiRUN: 25K Night Trail Run" pada akhir pekan ini di wilayah Situs Sangiran, Jawa Tengah.
 
Agenda ini bekerja sama dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP)
Sangiran, Pemerintah Kabupaten Sragen dan Pemerintah Kabupaten Karang Anyar
serta Kelompok Komunitas Luar Kotak.  "SangiRUN: 25K Night Trail Run diselenggarakan untuk memperingati 25 tahun ditetapkannya Situs Cagar Budaya Sangiran sebagai salah satu warisan dunia oleh badan PBB UNESCO," kata Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, Jakarta, Jumat, 19 November 2021. 
 
UNESCO menetapkan Situs Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia Nomor 593 pada tahun 1996 dengan nama "The Sangiran Early Man Site." Hilmar mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba lari, namun juga usaha mendorong agar situs Sangiran semakin dikenal masyarakat luas dan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar Situs Sangiran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Situs ini terletak di Kabupaten Karanganyar dan Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, kata Hilmar, kegiatan SangiRun selain untuk memperlihatkan kemampuan manusia dalam beradaptasi terhadap lingkungan.
 
Baca juga:  SangiRun Night Trail, Peringatan 25 Tahun Sangiran Sebagai Warisan Dunia
 
Kegiatan ini juga berusaha memadukan kerja sama antarinstansi pemerintah untuk mendukung
kesejahteraan masyarakat Sangiran.  “Narasi yang coba dibangun dalam kegiatan SangiRUN ini untuk memperlihatkan kehidupan masa lampau di Sangiran sebagai sumber pengetahuan kita dan untuk masa kini," ujar Hilmar.
 
Diharapkan situs-situs di Sangiran dapat terus dipelihara dan juga memberi manfaat bagi masyarakat Sangiran dan arena wisata budaya bagi masyarakat luas serta dunia ilmu pengetahuan.  “Selain itu kegiatan ini juga melibatkan masyarakat sekitar dengan program Desa
Pemajuan Kebudayaan. Masyarakat di sekitar Sangiran melakukan temukenali dan
rencana aksi dalam bentuk Pasar Budaya,” imbuh Hilmar.
 
Ketua Panitia SangiRUN Night Trail 2021, Andre Donas mengatakan, ajang lari malam
dengan jalur lari sepanjang 25 kilometer ini akan berlangsung selama tiga hari dimulai
tanggal 19 sampai dengan 21 November 2021,  Arena lari akan dihiasi dengan instalasi cahaya,
forest video mapping dan ornamen yang menggambarkan evolusi manusia purba.
 
Baca juga:  Diberi Akses Mengamen di Mall, Penghasilan Pengamen Pernah Tembus Rp12 Juta
 
Pada lintasan lari juga akan diterangi oleh nyala obor dengan peserta sekitar 100 pelari yang
akan dilepas secara bertahap sesuai dengan prosedur kesehatan sehingga tetap terjaga jarak antarpeserta lomba. Kegiatan ini melibatkan para selebriti dan influencer melalui akun instagram sangirun.official seperti komedian Miing dari Bagito Grup dan artis Donna Agnesia.
 
“Kegiatan ini melibatkan masyarakat Sangiran yang memproduksi kerajinan tangan berupa cindera mata batu sangir, anyaman tikar, kerajinan tangan dari batok kelapa,  anyaman plastik daur ulang, kerajianan akar bambu, tenun dan batik sebagai produksi industri rumahan masyarakat Sangiran,” tutup Andre. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif