SangiRUN: 25K Night Trail Run. Foto: Dok. Kemendikbudristek
SangiRUN: 25K Night Trail Run. Foto: Dok. Kemendikbudristek

SangiRun Night Trail, Peringatan 25 Tahun Sangiran Sebagai Warisan Dunia

Citra Larasati • 31 Oktober 2021 12:30
Jakarta:  Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek bekerja sama dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Pemerintah Kabupaten Sragen dan Pemerintah Kabupaten Karang Anyar akan menggelar event bertajuk: "SangiRUN: 25K Night Trail Run."
 
Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati 25 tahun ditetapkannya Situs Cagar Budaya Sangiran sebagai salah satu warisan dunia oleh badan PBB UNESCO. UNESCO sendiri menetapkan Situs Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia Nomor 593 pada tahun 1996 dengan nama "The Sangiran Early Man Site."
 
Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid mengatakan, jika kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba lari atau kegiatan yang bersifat fisik saja.  Karena itu, Hilmar menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memperlihatkan kemampuan manusia dalam beradaptasi terhadap lingkungan yang masih relevan dengan masa kini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Narasi yang dibangun melalui event ini adalah bahwa masyarakat masa lampau (manusia purba) pernah hidup di Sangiran, di mana pada waktu itu sebagian besar kegiatan mereka dilakukan dengan pelibatan aspek fisik," ujarnya.
 
Hilmar menambahkan, selain untuk memperingati 25 tahun Situs Sangiran menjadi warisan dunia, ajang ini juga diharap dapat lebih memperkenalkan Situs Sangiran kepada masyarakat luas. Sehingga melalui event ini diharapkan masyarakat akan mengenal dan mengapresiasi lebih jauh Situs Sangiran sebagai warisan dunia yang sangat penting bagi dunia, yakni dalam hal proses evolusi manusia.
 
Selain itu menurut Hilmar, keberadaan Situs Sangiran dapat, menghadirkan manfaat
kesejahteraan dan wisata budaya bagi masyarakat Sangiran.  Ketua Panitia SangiRUN Night Trail 2021, Andre Donas mengatakan ajang lari malam dipilih karena trek lari sepanjang 25 kilometer akan dihiasi dengan instalasi cahaya pada titik tertentu seperti saat start dan finish.
 
Kemudian sepanjang trek juga akan dilengkapi dengan forest video mapping dan ornamen yang
menggambarkan evolusi manusia purba. Sepanjang lintasan lari juga akan diterangi oleh nyala obor. 
 
Baca juga:  Kemendikbudristek Gelar Festival Bumi Rempah Nusantara untuk Dunia
 
SangiRUN Night Trail akan berlangsung pada 20-21 November 2021 dan dibagi menjadi tiga acara utama. Pertama adalah kompetisi lari antar komunitas yang akan melibatkan 25 pelari elite.
 
Kedua, kompetisi 75 reguler runner yang akan diikuti juga oleh para selebriti dan influencer. Sedangkan acara ketiga merupakan ajang donasi berupa pembelian 1000 karya industri rumahan dan penyerahan bantuan kepada lansia yang tinggal di sekitar kawasan situs Sangiran.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif