Dirjen GTK, Kemendikdasmen, Nunuk Suryani terima Anugerah Pendidikan Indonesia dari IGI. Foto: Medcom
Dirjen GTK, Kemendikdasmen, Nunuk Suryani terima Anugerah Pendidikan Indonesia dari IGI. Foto: Medcom

Dirjen GTK Nunuk Suryani Raih Anugerah Pendidikan Indonesia 2026

Citra Larasati • 06 November 2026 21:53
Ringkasnya gini..
  • Dirjen GTK Nunuk Suryani meraih Anugerah Pendidikan Indonesia 2026 dari Ikatan Guru Indonesia.
  • IGI mengapresiasi keberpihakan Nunuk yang konsisten memperjuangkan harkat, martabat, dan kesejahteraan guru se-Nusantara.
  • Nunuk tegaskan capaian akselerasi sertifikasi dan pengangkatan 1,3 juta ASN PPPK merupakan buah kolaborasi bersama.
Jakarta: Ikatan Guru Indonesia (IGI) menganugerahkan penghargaan Anugerah Pendidikan Indonesia (API) 2026 kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. Penghargaan ini menjadi wujud apresiasi tertinggi dari para pendidik atas dedikasi dan rekam jejak kepemimpinan yang berpihak penuh pada kesejahteraan guru.

Ketua Umum IGI, Danang Hidayatullah menegaskan, Anugerah Pendidikan Indonesia 2026 diberikan khusus kepada Nunuk Suryani yang dinilai sebagai figur pelindung dan nakhoda yang memperjuangkan martabat para pendidik di Tanah Air.

"Ada alasan yang fundamental mengapa Anugerah Pendidikan Indonesia tahun 2026 ini kami sepakat menganugerahkan satu penghargaan kepada sosok nakhoda yang benar-benar telah menjadi payung pelindung pendengar yang baik dan nakhoda sejati bagi jutaan guru di Indonesia. Penghargaan ini kami persembahkan  kepada Ibu Prof. Dr. Nunuk Suryani M.Pd," ujar Danang di Jakarta, Jumat, 6 November 2026.
 
Danang menambahkan, penghargaan ini merupakan representasi detak jantung serta untaian doa dari ratusan ribu guru di pelosok Tanah Air. Kepemimpinan Nunuk dinilai nyata menghadirkan solusi konkret dari berbagai keluh kesah di lapangan.

"Rekam jejak Ibu adalah monumen hidup dari sebuah keberpihakan yang nyata. Ibu telah membuktikan bahwa memimpin bukan sekadar duduk di balik meja kekuasaan melainkan turun ke bawah, memeluk guru yang menangis dan mengubah air mata para guru menjadi kebijakan yang berdampak. Terima kasih Prof. Nunuk atas hati yang luar biasa ini. Ibu Nunuk, Ibu semua guru Indonesia," sambung Danang.

Merespons penghargaan tersebut, Nunuk mengaku terharu dan bersyukur. Nunuk menyebut penghargaan ini memiliki tempat istimewa karena menjadi pengakuan pertama yang diterimanya langsung dari organisasi profesi guru.

"Ini adalah penghargaan pertama yang saya peroleh dari organisasi profesi. Mungkin kalau penghargaan dari yang lain sudah, tapi yang dari organisasi profesi, guru-guru yang dibawah tanggung jawab saya, ini yang pertama. Jadi terima kasih kepada IGI atas kepercayaan kepada saya dalam mengembang manah berat ini, yaitu Anugerah Pendidikan Indonesia," ungkap Nunuk.

Nunuk menekankan, deretan capaian transformasi pendidikan bukan hasil kerja individu, melainkan sinergi seluruh jajaran Kemendikdasmen dan mitra strategis seperti IGI. Di hadapan para guru, ia memaparkan lompatan besar dalam pemenuhan hak-hak dasar pendidik, mulai dari akselerasi sertifikasi hingga kepastian status kepegawaian.

"Pada saat saya bergabung di Kemendikdasmen itu guru yang tersertifikasi itu baru 30 persen. Dan seharusnya sudah selesai tahun 2015. Nah saat ini seiring dengan waktu kita berpikir keras bagaimana caranya guru-guru ini bisa mendapatkan layanan dasarnya yaitu kesejahteraannya. Maka kita lakukan akselerasi hingga saat ini 2,7 juta guru sudah tersertifikasi," papar Nunuk.

Ia juga menyoroti solusi pengangkatan guru honorer melalui skema ASN PPPK sejak 2021 yang kini telah menyentuh 1,3 juta guru, serta transformasi tata kelola guru menuju ASN pusat demi mencegah politisasi daerah. Nunuk berpesan agar IGI terus menjadi mitra kritis yang konstruktif dalam mengawal kemajuan ekosistem pendidikan nasional.

"Kerjaan kita tentu belum selesai Bapak-Ibu, jadi penghargaan ini baru awal untuk bekerja lebih keras. Karena itu saya berharap IGI dan para guru terus berjalan bersama kami," tutup Nunuk.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan