Anugerah Saintek menjadi salah satu agenda dalam rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan di Indonesia. Penghargaan tersebut mencakup sejumlah kategori di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM), serta inovasi sosial dan humaniora.
Melalui penghargaan ini, pemerintah mendorong peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, dan tata kelola jurnal nasional agar semakin kompetitif serta memiliki reputasi di tingkat internasional.
Kategori Anugerah Saintek 2026
Anugerah Saintek menghadirkan sejumlah kategori penghargaan yang ditujukan kepada jurnal ilmiah, ilmuwan, hingga perguruan tinggi. Berikut daftar kategori Anugerah Saintek 2026:Kategori Jurnal dengan Tata Kelola Terbaik
- Jurnal Terbaik Bidang STEM: Peringkat Terbaik I, II, dan III
- Jurnal Terbaik Bidang Inovasi Sains dan Humaniora: Peringkat Terbaik I, II, dan III
Kategori Bidang STEM dan Inovasi Sosial Humaniora
- Ilmuwan Senior Terbaik Bidang STEM
- Ilmuwan Muda Terbaik Bidang STEM
- Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta Terproduktif Bidang STEM
- Ilmuwan Senior Terbaik Bidang Inovasi Sosial dan Humaniora
- Ilmuwan Muda Terbaik Bidang Inovasi Sosial dan Humaniora.
Kategori Kemitraan Bidang Pembelajaran Transformatif
- Perguruan Tinggi yang Telah Berkontribusi dalam Pemikiran di Bidang Pembelajaran Transformatif
- Perguruan Tinggi yang Mengembangkan Model dan Bahan Ajar Pembelajaran Transformatif di Perguruan Tinggi
- Perguruan Tinggi yang Berkomitmen Mendukung dan Mendorong Pembelajaran Transformatif
- Perguruan Tinggi yang Memfasilitasi Pengembangan dan Penerapan Pembelajaran Transformatif
Rangkaian Acara KTJI 2026
KTJI 2026 dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 November 2026, di Universitas Ciputra Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah sesi diskusi yang membahas penguatan tata kelola jurnal ilmiah, integritas akademik, hingga strategi kolaborasi dengan penerbit internasional.Berikut jadwal lengkapnya:
- Pukul 09.00–10.00 WIB: Peluncuran dan Pemberian Penghargaan
- Pukul 10.00–10.30 WIB: Masa Depan Perpustakaan Berbasis Digital dan Sistem Kebijakan untuk ISSN
- Pukul 10.30–11.00 WIB: Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah
- Pukul 11.00–12.30 WIB: Tata Kelola dan Praktik Terbaik Pengelolaan Jurnal Ilmiah
- Pukul 14.00–16.00 WIB: Dialog Strategis dengan Penerbit Global
Melalui sesi paralel, peserta berkesempatan mengikuti dialog strategis bersama sejumlah penerbit dan perusahaan penerbitan internasional. Mitra yang terlibat meliputi Taylor & Francis, SAGE, iGroup Asia Pacific, Emerald, Elsevier, Wiley, dan Springer.
Baca Juga :
Survei: Publik Minta Kampus Berkualitas Makin Terjangkau, PTN Gratis Jadi Solusi?
Libatkan Akademisi dan Pengelola Jurnal
KTJI 2026 melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem publikasi ilmiah, mulai dari akademisi, pengelola dan penerbit jurnal nasional maupun internasional, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), pengelola perpustakaan, hingga asosiasi terkait.Berdasarkan pembaruan data per 2 November 2026, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 898 peserta. Sebanyak 696 peserta mendaftar untuk mengikuti kegiatan secara langsung, sedangkan 202 peserta lainnya mengikuti secara daring.
Penyelenggara menyiapkan kapasitas sekitar 750 peserta untuk mengikuti kegiatan secara langsung dan lebih dari 1.000 peserta secara daring.
Sejumlah perguruan tinggi turut terlibat sebagai mitra penyelenggara maupun institusi pendukung. Di antaranya Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas PGRI Jombang, Universitas Dinamika, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Universitas Wijaya Putra, Universitas Dr. Soetomo, Universitas PGRI Madiun, Relawan Jurnal Indonesia, dan Universitas Jember.
Berbagai institusi tersebut juga berpartisipasi dalam pameran bersama dan kegiatan pendukung lainnya.
Melalui rangkaian acara dan keterlibatan berbagai pihak, KTJI 2026 diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan dan pengalaman bagi akademisi serta pengelola jurnal. Pembahasan mengenai integritas akademik, sistem akreditasi, dan kemitraan internasional menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas serta daya saing publikasi ilmiah Indonesia.
(Adinda Kinanthi)