Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi mengutamakan keselamatan sivitas akademika. Pembelajaran diminta tetap berjalan melalui penyesuaian kegiatan akademik.
“Menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi untuk mengutamakan keselamatan sivitas akademika sekaligus menjaga keberlangsungan pembelajaran melalui penyesuaian kegiatan akademik, termasuk perkuliahan daring,” tulis informasi dalam unggahan akun Instagram @kemdiktisaintek.ri, dikutip Minggu, 18 Oktober 2026
Keselamatan Sivitas Akademika Jadi Prioritas
Dampak karhutla yang meluas di beberapa wilayah dinilai memerlukan perhatian dan langkah bersama dari berbagai pihak. Karena itu, Kemdiktisaintek mengimbau pimpinan perguruan Ttnggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah terdampak untuk mengambil langkah adaptif.Hal tersebut bertujuan melindungi kesehatan dan keselamatan sivitas akademika. Paparan kabut asap berisiko memicu keluhan seperti gangguan pernapasan, iritasi mata, dan gangguan tenggorokan.
Selain itu, Kemdiktisaintek mengingatkan pentingnya memakai masker dan berada di dalam ruangan. Masyarakat juga diingatkan untuk mencukupi kebutuhan minum air putih dan memanfaatkan penjernih udara bila tersedia.
Kampus Diminta Terapkan Relaksasi Kebijakan
Agar proses pembelajaran tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan, sejumlah perguruan tinggi telah menerapkan kebijakan relaksasi. Kebijakan itu disesuaikan dengan kondisi di wilayah masing-masing.Penyesuaian pertama dilakukan melalui optimalisasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau perkuliahan daring. Kampus juga dapat menyesuaikan jadwal dan jam perkuliahan.
Selain itu, jam kerja dan operasional institusi dapat disesuaikan. Dengan kebijakan yang fleksibel, kegiatan akademik diharapkan tetap berjalan sesuai kondisi di lapangan.
Perguruan Tinggi Harus Berperan Aktif
Selain menjaga proses belajar, perguruan tinggi diharapkan ikut membantu menanggulangi dampak karhutla. Kampus diminta berkolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.Kontribusi itu dapat diwujudkan melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Sivitas akademika dapat berperan dalam pengembangan pengetahuan dan edukasi publik.
Mereka juga dapat melakukan pengabdian kepada masyarakat. Upaya tersebut ditujukan untuk mendukung mitigasi di wilayah terdampak.
Kemdiktisaintek mengapresiasi respons cepat perguruan tinggi di wilayah terdampak karhutla. Sejumlah kampus disebut telah menginisiasi langkah preventif dan mitigatif secara mandiri.
Dengan keterlibatan seluruh pihak, dampak karhutla diharapkan dapat diminimalkan. Kegiatan pendidikan tinggi pun diharapkan tetap berlangsung sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan. (Talitha Islamey)