Temuan tersebut menunjukkan sebaran asap karhutla dapat bergerak ke wilayah lain mengikuti dinamika angin. Selain Jakarta, asap terpantau di Banten dan Jawa Barat, serta sejumlah provinsi di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Deteksi asap di atmosfer tidak serta-merta membuktikan bahwa asap telah mencapai permukaan tanah atau menjadi penyebab utama penurunan kualitas udara di Jakarta. BMKG perlu melakukan pemantauan kualitas udara di permukaan untuk mengetahui dampaknya terhadap masyarakat.
Pergerakan Asap Karhutla di Jakarta
Pergerakan asap di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat terpantau mengarah ke tenggara hingga barat daya. Angin di Indonesia pada periode pemantauan tersebut bertiup dari timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara.Arah dan kecepatan angin menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan asap dari wilayah sumber kebakaran menuju daerah lain.
BMKG juga mendeteksi pergerakan asap dari Sumatra dan Kalimantan menuju Semenanjung Malaysia serta Singapura. Sementara itu, asap dari Papua Nugini terpantau bergerak menuju Papua Selatan.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa sebaran asap karhutla dapat melintasi batas wilayah administratif hingga negara, bergantung pada kondisi atmosfer.
Daftar Wilayah yang Terpantau Terdampak Asap Karhutla
BMKG mendeteksi sebaran asap di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan citra satelit. Berikut daftar wilayah yang terpantau:1. Sumatra
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Riau
- Jambi
- Kepulauan Riau
- Bengkulu
- Kepulauan Bangka Belitung
- Sumatera Selatan
- Lampung
2. Jawa
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
3. Kalimantan
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
4. Sulawesi
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Sulawesi Tengah
- Gorontalo
- Sulawesi Utara
5. Maluku dan Papua
- Maluku
- Maluku Utara
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
- Papua Selatan
BMKG Catat 1.297 Titik Panas di Indonesia
Di tengah meluasnya sebaran asap, BMKG juga mencatat 1.297 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi dan Sumatra menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 505 titik. Berikut rinciannya:- Sumatra: 505 titik panas
- Kalimantan: 346 titik panas
- Papua dan Maluku: 330 titik panas
- Sulawesi: 66 titik panas
- Nusa Tenggara: 38 titik panas
- Jawa: 12 titik panas
Banyaknya titik panas menunjukkan kewaspadaan terhadap karhutla masih diperlukan, terutama di daerah yang mengalami kondisi kering dan memiliki vegetasi yang mudah terbakar.
Apakah Asap Karhutla di Jakarta Berbahaya bagi Kesehatan?
Keberadaan asap yang terdeteksi di atmosfer Jakarta belum cukup untuk menyimpulkan bahwa kualitas udara di ibu kota berada dalam kategori tidak sehat akibat karhutla. Penilaian tersebut memerlukan data pengukuran kualitas udara di permukaan, termasuk konsentrasi partikulat halus seperti PM2.5.Sobat Medcom dapat memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) melalui kanal resmi Kementerian Lingkungan Hidup serta memperhatikan informasi cuaca dan sebaran asap dari BMKG. (Adinda Kinanthi)