Wilayah Terkepung Asap Karhutla. Foto: laman resmi BMKG
Wilayah Terkepung Asap Karhutla. Foto: laman resmi BMKG

BMKG Ungkap Daftar Wilayah Dikepung Asap Karhutla, Ada 1.297 Titik Panas

Renatha Swasty • 16 Oktober 2026 14:45
Ringkasnya gini..
  • BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla yang menyelimuti sebagian besar Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, hingga Papua.
  • Asap karhutla dari Sumatra dan Kalimantan terpantau bergerak lintas batas negara menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura.
  • Satelit BMKG mencatat 1.297 titik panas di seluruh Indonesia, dengan jumlah terbanyak teridentifikasi di Pulau Sumatra sebanyak 505 titik.

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terpantau di sebagian besar wilayah Indonesia pada Jumat, 16 Oktober 2026. Berdasarkan pemantauan citra satelit pukul 08.00 WIB, asap menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Sebaran asap tidak hanya terdeteksi di sekitar titik panas atau hotspot, tetapi juga bergerak mengikuti arah angin. BMKG juga mendeteksi pergerakan asap lintas negara dari Sumatra dan Kalimantan menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura. Sementara itu, asap dari Papua Nugini terpantau bergerak menuju Papua Selatan.

Daftar Wilayah Terdampak Asap Karhutla

Berdasarkan laporan pemantauan satelit yang dipublikasikan pada 16 Oktober 2026, berikut daftar wilayah yang terpantau terdampak sebaran asap karhutla.

1. Wilayah Sumatra

Sebaran asap terdeteksi di hampir seluruh provinsi di Pulau Sumatra, meliputi:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Jambi
  • Kepulauan Riau
  • Bengkulu
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Sumatera Selatan
  • Lampung

2. Wilayah Jawa

Asap juga terpantau bergerak ke sebagian wilayah Pulau Jawa, yakni:

  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat

3. Wilayah Kalimantan

Di Pulau Kalimantan, sebaran asap terpantau di seluruh provinsi, meliputi:

  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara

4. Wilayah Sulawesi

Sejumlah wilayah di Pulau Sulawesi juga terpantau terdampak, yaitu:

  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Tengah
  • Gorontalo
  • Sulawesi Utara

5. Wilayah Maluku dan Papua

Sebaran asap turut terdeteksi di wilayah Indonesia bagian timur, meliputi:

  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Papua Barat Daya
  • Papua Barat
  • Papua Tengah
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan

Kondisi dan intensitas paparan di masing-masing daerah dapat berbeda, bergantung pada pergerakan angin dan perkembangan kebakaran.

Asap Karhutla Terpantau Bergerak ke Malaysia dan Singapura

BMKG turut mengidentifikasi potensi penyebaran asap lintas batas negara. Asap dari wilayah Sumatra dan Kalimantan terpantau bergerak menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura.

Arah angin secara umum bertiup dari timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara. Kondisi ini memengaruhi pergerakan gumpalan asap dari Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Sementara itu, asap di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, serta sebagian Sulawesi terpantau bergerak ke arah tenggara hingga barat daya.

Terdapat 1.297 Titik Panas di Indonesia

Selain memantau sebaran asap, BMKG juga melaporkan adanya 1.297 titik panas. Sumatra menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 505 titik. Berikut rinciannya:

  1. Sumatra: 505 titik panas
  2. Kalimantan: 346 titik panas
  3. Papua dan Maluku: 330 titik panas
  4. Sulawesi: 66 titik panas
  5. Nusa Tenggara: 38 titik panas
  6. Jawa: 12 titik panas

Titik panas merupakan indikasi anomali suhu yang terdeteksi satelit dan tidak selalu berarti kebakaran telah terkonfirmasi di lokasi tersebut. Potensi karhutla masih perlu diwaspadai, khususnya di wilayah yang mengalami defisit hujan dan memiliki vegetasi kering.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Sebaran asap dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti arah angin dan perkembangan titik api.

Oleh karena itu, masyarakat di wilayah terdampak perlu terus memperhatikan informasi terbaru dari BMKG dan instansi terkait. (Adinda Kinanthi)
 



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan