Prediksi Musim Hujan 2026. Foto: Medcom.id
Prediksi Musim Hujan 2026. Foto: Medcom.id

Kapan Musim Hujan 2026 Mulai? Cek Prediksi Waktu dan Puncaknya dari BMKG

Renatha Swasty • 16 Oktober 2026 09:38
Ringkasnya gini..
  • BMKG memprediksi musim hujan 2026 di Indonesia akan berlangsung secara bertahap mulai November hingga Desember 2026.
  • Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami awal musim hujan yang cenderung mundur dan berdurasi lebih pendek.
  • Puncak musim hujan 2026/2027 diprakirakan terjadi pada periode Desember 2026 hingga Februari 2027 di berbagai wilayah.
Jakarta: Musim hujan 2026 di Indonesia diprediksi mulai berlangsung bertahap pada November hingga Desember 2026. Berdasarkan prediksi terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), waktu awal musim hujan berbeda-beda di setiap wilayah sehingga masyarakat perlu memperhatikan prakiraan sesuai daerah masing-masing.

BMKG menyebut sebagian wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026. BMKG juga memperkirakan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normalnya.

Musim Hujan 2026 Diprediksi Mulai November

BMKG memperkirakan sebanyak 185 Zona Musim (ZOM), yang mencakup 24,66 persen luas daratan Indonesia, mulai memasuki musim hujan pada November 2026.

Wilayah yang diprediksi mulai mengalami musim hujan pada periode tersebut meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat bagian utara, dan Papua Selatan.

Sebanyak 266 ZOM atau 17,31 persen luas daratan Indonesia diperkirakan baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.

Wilayah yang diprediksi mulai mengalami musim hujan pada Desember antara lain sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta Papua Selatan bagian selatan.

Prediksi tersebut menunjukkan musim hujan bergantung pada karakteristik iklim dan kondisi cuaca di setiap wilayah.

Awal Musim Hujan 2026 Cenderung Mundur

BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di 529 ZOM atau 61,08 persen luas daratan Indonesia mengalami kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologisnya.

Sebanyak 26 ZOM atau 2,15 persen luas daratan Indonesia diperkirakan memasuki musim hujan sesuai kondisi normal. Adapun wilayah yang mengalami awal musim hujan lebih cepat tercatat sebanyak 11 ZOM atau 1,12 persen luas daratan Indonesia.

Salah satu faktor yang memengaruhi prediksi tersebut adalah fenomena El NiƱo dengan intensitas sangat kuat. Selain itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang berpeluang berada pada fase positif turut memengaruhi kondisi curah hujan di Indonesia.

Kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi mengurangi curah hujan dan memperpanjang periode kering di sejumlah wilayah.

Puncak Musim Hujan 2026/2027

Selain memprakirakan waktu awal musim hujan, BMKG memperkirakan puncak musim hujan 2026/2027 di sebagian wilayah Indonesia berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

Berikut perkiraan sebaran puncak musim hujan berdasarkan jumlah Zona Musim:
  • Desember 2026: sebanyak 155 ZOM atau 36,94 persen luas daratan Indonesia.
  • Januari 2027: sebanyak 162 ZOM atau 25,68 persen luas daratan Indonesia.
  • Februari 2027: sebanyak 190 ZOM atau 16,79 persen luas daratan Indonesia.
Periode puncak musim hujan di setiap daerah dapat berbeda sehingga tidak bisa disamaratakan untuk seluruh Indonesia.

Musim Hujan Diprediksi Lebih Pendek

BMKG juga memprediksi musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia berlangsung lebih pendek dibandingkan kondisi normal.

Sebanyak 482 ZOM atau 51,90 persen luas daratan Indonesia diperkirakan mengalami musim hujan dengan durasi lebih pendek dari biasanya. Meski demikian, akumulasi curah hujan selama musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi berada dalam kategori normal, yakni pada 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan Indonesia.

Prediksi tersebut merupakan gambaran kondisi iklim secara umum dan dapat diperbarui seiring perkembangan atmosfer serta laut. (Adinda Kinanthi) 
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan