Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026. Foto: Medcom.id/Adinda Kinanthi
Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026. Foto: Medcom.id/Adinda Kinanthi

KPPTI 2026 Digelar 11-13 November, Susun Blueprint Kampus Berdampak 2045

Renatha Swasty • 03 November 2026 07:04
Ringkasnya gini..
  • KPPTI 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11–13 November 2026 sebagai keberlanjutan komitmen Surabaya Message KPPTI 2025.
  • Konferensi ini berfokus menyusun blueprint dan indeks pengukuran kampus berdampak bagi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
  • Empat subtema utama yang diangkat meliputi SDGs, teknologi digital/AI, kearifan lokal, serta penguatan kampus inklusif.
Jakarta: Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026 akan melanjutkan agenda Surabaya Message yang dihasilkan dalam penyelenggaraan KPPTI 2025. Tahun ini, fokus diarahkan pada transformasi perguruan tinggi yang lebih relevan, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Salah satu target utamanya adalah penyusunan blueprint atau cetak biru perguruan tinggi berdampak menuju Indonesia 2045. KPPTI 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11–13 November 2026.

Konferensi ini menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk bertukar pengalaman, berbagi praktik baik, serta memperkuat kolaborasi lintas institusi dan sektor. Melalui forum ini, berbagai pengalaman dan praktik baik yang sebelumnya belum banyak diketahui diharapkan dapat dibagikan dan diadopsi oleh perguruan tinggi lainnya.

Keberlanjutan Empat Komitmen Surabaya Message

Penyelenggaraan KPPTI 2025 di Surabaya menghasilkan kesepakatan yang dikenal sebagai Surabaya Message. Pesan tersebut menjadi landasan kolaborasi pendidikan tinggi dengan empat komitmen utama, meliputi:
  1. Konsolidasi Tujuan Bersama, yakni penyelarasan arah, kebijakan, dan komitmen pendidikan tinggi menuju Indonesia Emas 2045.
  2. Kolaborasi Lintas Institusi dan Sektor, yakni melibatkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN), industri, pemerintah, masyarakat, dan diaspora saling memperkuat.
  3. Berbagi Praktik Baik, yakni kampus saling belajar dan mengadaptasikan pengalaman yang relevan bagi penguatan institusi.
  4. Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat, yakni pembelajaran, riset, dan inovasi yang memperkuat pembangunan daerah serta kemandirian bangsa.
Melalui KPPTI 2026, empat komitmen tersebut akan diteruskan melalui agenda transformasi yang lebih konkret. KPPTI 2026 akan mendorong transformasi yang relevan dengan tantangan pendidikan tinggi masa kini.

Setiap komitmen juga diarahkan agar memiliki penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, indikator hasil, serta bukti manfaat bagi penerima. Dengan demikian, keberhasilan transformasi perguruan tinggi tidak hanya diukur dari kesepakatan, tetapi juga dari implementasi dan dampaknya.

Empat Subtema Transformasi Perguruan Tinggi 2026

KPPTI 2026 akan mengangkat empat subtema utama yang menjadi fokus pembahasan dalam empat sesi tematik dan 12 sesi diskusi.
  1. Sustainable Development Goals (SDGs)

Subtema pertama membahas implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) dan keunggulan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.

Pembahasan mencakup tata kelola kampus, inovasi ekonomi, reputasi, serta kontribusi dan dampak global perguruan tinggi. Kampus diharapkan mampu mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
  1. Teknologi Digital dan Artificial Intelligence

Subtema kedua berfokus pada transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Sejumlah isu yang dibahas meliputi pembelajaran dan asesmen di era AI, kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan, serta kesiapan kampus dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung tata kelola dan kegiatan akademik.
  1. Kearifan Lokal dan Keberlanjutan

Subtema ketiga menyoroti peran perguruan tinggi dalam mengembangkan ekonomi berkelanjutan melalui pemanfaatan kearifan lokal.

Perguruan tinggi akan berbagi praktik baik mengenai kontribusi mereka dalam pembangunan ekonomi daerah sekaligus menjaga kelestarian pengetahuan lokal yang berkembang di wilayah masing-masing.
  1. Inklusi dan Kemanusiaan

Subtema keempat membahas penguatan kampus inklusif dan perluasan akses pendidikan tinggi bagi seluruh kelompok masyarakat. Perguruan tinggi didorong mengembangkan inisiatif yang memberikan kesempatan pendidikan lebih luas, termasuk bagi penyandang disabilitas dan kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses.

Pembahasan ini sekaligus menjadi kelanjutan dari komitmen Surabaya Message 2025 mengenai kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.

Blueprint Perguruan Tinggi Berdampak 2045

Salah satu keluaran utama KPPTI 2026 adalah penyusunan blueprint perguruan tinggi berdampak menuju 2045. Dokumen ini akan menjadi arah pengembangan pendidikan tinggi agar kontribusinya terhadap pembangunan nasional dapat diukur dan dievaluasi secara berkelanjutan.

Penyusunan cetak biru tersebut akan didukung pengukuran indeks keberdampakan perguruan tinggi yang dikembangkan melalui inisiatif Direktorat Sumber Daya. Hasil pengukuran diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan peta jalan implementasi perguruan tinggi berdampak hingga 2045.

Pengukuran keberdampakan menjadi salah satu tahapan penting untuk mengetahui kontribusi perguruan tinggi sekaligus merancang kebijakan pengembangan ke depan.

"Berdasarkan pengukuran tersebut, kita nantinya bisa menghasilkan peta jalan untuk implementasi perguruan tinggi berdampak di tahun 2045," jelas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, di Graha Diktisaintek, Jakarta, Senin, 2 November 2026.

Dalam pelaksanaannya, penyelenggara menargetkan partisipasi sekitar 1.500 perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan ekosistem pendidikan tinggi Indonesia. Hingga pemaparan persiapan berlangsung, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 1.300 peserta.

Empat Pleno, Pameran, dan Layanan Pendidikan Tinggi

KPPTI 2026 juga menghadirkan rangkaian kegiatan pendukung, mulai dari sesi keynote, pleno, diskusi tematik, hingga pameran atau expo. Terdapat empat sesi pleno yang dirancang untuk mengonsolidasikan berbagai gagasan dan praktik baik dari perguruan tinggi.

Hasil pembahasan akan disintesis menjadi bahan penyusunan program dan kebijakan pendidikan tinggi ke depan. Sekitar 88 institusi atau perguruan tinggi direncanakan berpartisipasi dalam pameran untuk memperkenalkan berbagai inisiatif dan praktik baik yang telah dikembangkan.

KPPTI juga menyediakan klinik layanan dan pelayanan langsung (on the spot) bagi para peserta selama tiga hari penyelenggaraan. Berbagai pemangku kepentingan dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk memperoleh informasi dan konsultasi terkait program-program pendidikan tinggi.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KPPTI 2026 diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan Surabaya Message sekaligus mengarahkan transformasi perguruan tinggi Indonesia menuju 2045. Fokusnya untuk memastikan pembelajaran, riset, dan inovasi benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. (Adinda Kinanthi)
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan