Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie. DOK Instagram @prof.stellachristie
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie. DOK Instagram @prof.stellachristie

AI Bikin Kita Makin Pintar atau Bodoh? Wamen Stella Ungkap 3 Bukti Sains

Bramcov Stivens Situmeang • 05 November 2026 09:10
Ringkasnya gini..
  • Wamendiktisaintek Stella Christie membeberkan tiga bukti penelitian yang menunjukkan AI berpotensi menurunkan kemampuan berpikir manusia.
  • Meskipun Indonesia menjadi pengguna AI nomor satu di sektor pendidikan, intensitas pemakaian AI berbanding terbalik dengan skor tes ilmiah.
  • Stella mengibaratkan otak seperti otot yang memerlukan latihan dan proses berpikir mandiri agar daya kritis manusia tidak mengalami penurunan.
Jakarta: Penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin populer dalam dunia pendidikan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mengungkap tiga bukti sains yang menunjukkan penggunaan AI justru dapat menurunkan kemampuan berpikir manusia.

Temuan itu berasal dari sejumlah paper yang telah dipublikasikan. Stella juga menyoroti posisi Indonesia sebagai negara nomor satu pengguna AI di bidang pendidikan berdasarkan Consumer Insights Statista.

Stella menuturkan tingginya penggunaan AI belum tentu menjadi kabar baik. Ia mengajak masyarakat melihat tiga bukti penelitian mengenai dampaknya terhadap kemampuan berpikir manusia.

"Teman-teman, AI itu bikin kita lebih pintar atau malah sebaliknya? Ada data yang menarik. Ternyata berdasarkan Consumer Insight Statista, Indonesia itu nomor satu pengguna AI di bidang pendidikan," kata Stella melalui unggahan Instagram @prof.stellachristie dikutip Kamis, 5 November 2026.
   
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie_ DOK Instagram @prof_stellachristie
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie. DOK Instagram @prof.stellachristie

3 Bukti Sains Penggunaan AI Dapat Menurunkan Kemampuan Berpikir

Bukti pertama berasal dari riset Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Penelitian tersebut menunjukkan kelompok yang jarang atau hampir tidak pernah menggunakan AI memiliki skor sains lebih tinggi dibandingkan pengguna AI setiap hari.

"Riset dari OECD membandingkan skor sains pengguna AI setiap hari atau sangat sering dengan mereka yang sangat jarang menggunakannya. Hasilnya, yang tidak pernah menggunakan AI memiliki skor sains jauh lebih tinggi," papar Stella.

Bukti kedua membandingkan kelompok yang tidak menggunakan AI, memakai AI untuk memperoleh jawaban langsung, dan menjadikannya sebagai tutor. Selama belajar, kedua kelompok pengguna AI mengalami peningkatan masing-masing 48 persen dan 127 persen.

Namun, ketika diuji tanpa AI, kelompok yang menggunakan AI sebagai tutor memperoleh hasil setara dengan kelompok tanpa AI. Sementara itu, kelompok yang menggunakan AI untuk mendapatkan jawaban langsung mengalami penurunan 17 persen.

Bukti ketiga berasal dari pengujian kemampuan dokter mendiagnosis lesi pra-kanker (precancerous lesion). Setelah menggunakan AI selama tiga bulan, kemampuan diagnosis mereka turun dari 28,4 persen menjadi 22,4 persen atau berkurang 6 percentage point.

Stella menyebut ketiga penelitian tersebut menunjukkan penggunaan AI dapat menurunkan kemampuan berpikir manusia. Temuan itu menjadi pengingat agar manusia tidak sepenuhnya menyerahkan proses berpikir kepada teknologi.

"Jadi tiga-tiga bukti sains ini, semuanya paper yang sudah dipublikasi. Memperlihatkan penggunaan AI membuat kemampuan berpikir manusianya menurun, bukan meningkat," jelas Stella.
   

Otak Manusia Perlu Dilatih seperti Otot

Stella mengibaratkan otak manusia seperti otot yang membutuhkan latihan untuk meningkatkan kemampuannya. Menurut dia, kemampuan berpikir tidak bisa berkembang tanpa proses dan latihan.

Dia mencontohkan pembentukan otot perut atau sixpack yang membutuhkan latihan secara konsisten. Stella mengatakan tidak ada cara instan mendapatkannya tanpa melalui proses tersebut.

"Kenapa? Ini kata ilmuwan kognitif, karena otak itu seperti otot manusia. Yang punya sixpack itu karena pasti training, sakit-sakitan untuk training. Kalau enggak, pasti enggak bisa," kata Stella.

Stella menegaskan penggunaan AI seharusnya membantu manusia berpikir, bukan mengambil alih proses tersebut. Dia juga menyarankan masyarakat membaca "paper Does AI Make Us Stupider?" untuk memahami lebih lanjut temuan tersebut.

"Otak cara kerjanya persis sama demikian, tanpa training, tanpa melalui proses, tidak akan bisa meningkatkan kemampuan berpikir. Kalau tidak percaya, baca paper Does AI Make Us Stupider?," tutur Stella.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan