Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Wow! 2.883 Alumni Kursus Dilepas Kerja ke Luar Negeri, Terbanyak ke Bulgaria

Ilham Pratama Putra • 17 September 2026 14:15
Ringkasnya gini..
  • Sebanyak 2.883 alumni PKK dilepas bekerja ke luar negeri.
  • Bulgaria menjadi negara tujuan terbanyak dengan 1.831 alumni.
  • Pemerintah menargetkan penempatan peserta PKK ke luar negeri terus meningkat.
Jakarta: Sebanyak 2.883 alumni program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dilepas untuk bekerja ke luar negeri. Dari jumlah tersebut, Bulgaria menjadi negara tujuan dengan penempatan terbanyak, yakni 1.831 orang.

“Kalau di total, dari pelepasan di Jawa Timur 3.600, kemudian di Jakarta kemarin 1.500, dan hari ini 2.883,” kata Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin di Jakarta Kamis, 17 September 2026.
Tatang mengatakan 2.883 alumni yang dilepas per September 2026 ini, berasal dari 20 lembaga kursus dan pelatihan (LKP). Para alumni telah mengikuti pelatihan keterampilan sebelum disiapkan untuk bekerja di sejumlah negara.

Untuk penempatan kali ini, Bulgaria menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak. Sebanyak 1.831 alumni disebut akan bekerja di negara tersebut.

Jepang menjadi negara tujuan berikutnya dengan 692 orang. Disusul Turki sebanyak 212 orang dan Malaysia sebanyak 76 orang.

Selain itu, alumni program PKK juga ditempatkan di Taiwan sebanyak 39 orang, Thailand 27 orang, Romania 7 orang, dan Maladewa 2 orang. Tatang mengatakan pelepasan alumni tersebut menunjukkan adanya hubungan antara keterampilan yang diperoleh melalui lembaga kursus dengan kebutuhan dunia kerja. 

Karena itu, keterampilan yang diberikan dalam program pelatihan perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri dan dunia usaha. “Momen ini menjadi pengingat berharga bahwa keterampilan yang diasah dengan baik harus mampu bertemu dengan kesempatan yang tepat,” ujar Tatang.

Program pelepasan alumni PKK ke luar negeri sebelumnya juga dilakukan di sejumlah daerah. Tatang menyebut pada agenda di Jawa Timur pada Mei 2026 terdapat 3.600 peserta yang diberangkatkan, sedangkan agenda lainnya di Jakarta disebut melibatkan 1.500 peserta.

Ia mengatakan masih terdapat peserta dari sejumlah daerah yang belum seluruhnya terkonsolidasi datanya. Salah satunya dari Jawa Barat yang disebut memiliki peserta cukup banyak.

Pemerintah menargetkan jumlah peserta yang dapat bekerja ke luar negeri melalui program tersebut terus meningkat. Tatang menyebut target dalam rencana kerja dan anggaran mencapai 48 ribu.
Menurut Tatang, pendataan menjadi bagian penting dalam memastikan program pelatihan dan penempatan berjalan dengan baik. Pemerintah perlu mengetahui data peserta, lembaga pelatihan, hingga alumni yang telah terserap ke dunia kerja.

Karena itu, Kemendikdasmen juga meluncurkan Dapodik Kursus untuk memperkuat pendataan lembaga kursus dan pelatihan. Sistem tersebut diarahkan untuk meningkatkan proses pendataan, validasi, dan sinkronisasi.

Tatang mengatakan data tersebut pada akhirnya harus memberikan manfaat langsung bagi peserta pelatihan. “Jangan biarkan data hanya menjadi kewajiban administrasi. Jadikan data sebagai alat untuk memperbaiki layanan, juga sebagai landasan pengambilan kepentingan. Dan jadikan data sebagai jalan menuju dunia kerja,” ujarnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan