Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Keren! Anak SMK Indonesia Siap Unjuk Gigi di WorldSkills Shanghai 2026

Ilham Pratama Putra • 16 September 2026 12:58
Ringkasnya gini..
  • WorldSkills Shanghai 2026 menjadi ajang uji skill talenta SMK Indonesia di pentas dunia.
  • Indonesia mengirim 20 kompetitor dan 16 expert untuk mengikuti 17 bidang kompetisi.
  • Para talenta menjalani pembinaan intensif selama enam hingga sembilan bulan sebelum berlaga.
Jakarta: WorldSkills Shanghai 2026 bakal menjadi ajang uji kemampuan talenta vokasi Indonesia di pentas dunia. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyebut kompetisi tersebut bukan hanya soal mengejar medali.

"Selain kita uji kemampuan talenta SMK kita, WorldSkill Shanghai 2026 ini juga menjadi kesempatan melihat perkembangan teknologi dan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan bagi lulusan vokasi," tutur dia di Jakarta, Selasa 15 September 2026.
 
Fajar mengatakan kontingen Indonesia yang dikirim ke Shanghai merupakan talenta-talenta muda terbaik hasil seleksi kompetisi vokasi di dalam negeri. Mereka akan berhadapan dengan talenta dari berbagai negara sekaligus membawa nama Indonesia dalam ajang keterampilan vokasional tingkat dunia.

"Ajang di Shanghai adalah salah satu olimpiade untuk keterampilan vokasional yang tentu ini akan menghadirkan talenta-talenta muda global dari berbagai banyak negara," kata Fajar saat melepas kontingen.

Menurut Fajar, keikutsertaan Indonesia di WorldSkills Shanghai lebih dari sekadar untuk mengukur kemampuan talenta vokasi Tanah Air dibandingkan dengan negara lain. Pengalaman tersebut juga diharapkan tidak berhenti ketika para peserta menyelesaikan kompetisi.

"Tidak hanya dilihat dari raihan medali yang didapat tetapi juga dampak yang dibawa oleh kontingen setelah kembali ke Tanah Air," ujarnya.

WhatsApp Image 2026-09-16 at 12_47_48 PM
Foto: Pelepasan kontingen Indonesia untuk WorldSkills Shanghai 2026

Fajar berharap para peserta membawa pulang praktik-praktik terbaik yang mereka temui selama berkompetisi. Pengetahuan tersebut nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk mempertajam pendidikan vokasi di Indonesia.

"Ajang di Shanghai ini dianggap sebagai jendela untuk melihat perkembangan teknologi ataupun keterampilan di masa depan," tuturnya.

Adapun Indonesia mengirimkan 20 kompetitor dan 16 expert untuk WorldSkills Shanghai 2026. Para kompetitor merupakan siswa atau lulusan SMK yang sebelumnya terpilih dari para pemenang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional.

Setelah terpilih, para talenta muda tersebut menjalani pembinaan secara intensif. Masa pelatihan berlangsung sekitar enam hingga sembilan bulan bersama mitra pendidikan vokasi maupun industri.

Pembinaan dilakukan di sejumlah balai besar vokasi serta industri yang menjadi mitra. Para peserta juga mendapatkan pelatihan dari industri terpilih, termasuk perusahaan multinasional yang memiliki pengalaman dan jaringan di berbagai negara.
 

Proses tersebut dilakukan untuk memastikan peserta memiliki kemampuan dan kesiapan menghadapi standar kompetisi tingkat dunia. Batas usia peserta WorldSkills juga maksimal 21 tahun.

Sebagian peserta bahkan telah masuk ke dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan SMK. Sementara sebagian lainnya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, termasuk politeknik.

Para talenta Indonesia akan berkompetisi dalam 17 bidang keterampilan. Beberapa di antaranya yakni cooking, web technology, hingga bidang mekatronika.

Namun, Indonesia tidak mengikuti seluruh bidang yang dipertandingkan dalam WorldSkills. Pemerintah masih melakukan penguatan pada sejumlah kompetensi yang dinilai membutuhkan persiapan lebih panjang.

Salah satu bidang yang belum diikuti ialah underwater welding atau pengelasan bawah air. Kompetensi tersebut masih dipersiapkan sebelum Indonesia siap berkompetisi di bidang tersebut.

"Jadi bidang-bidang tersebut kita masih berlatih terlebih dahulu sebelum masuk ke WorldSkills Competition," kata Fajar.

Fajar mengatakan Indonesia sebelumnya telah menunjukkan kemampuan dalam ajang WorldSkills di Lyon, Prancis, pada 2024. Kontingen Indonesia saat itu mampu meraih sejumlah medali dan menjadi salah satu yang terbaik di kawasan ASEAN.

Karena itu, pemerintah berharap prestasi kontingen Indonesia di Shanghai dapat meningkat. Namun, Fajar menekankan ukuran keberhasilan tidak hanya ditentukan dari jumlah medali yang dibawa pulang.

"Yang paling penting mengharumkan nama baik bangsa di pentas global," katanya.

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan