Inisiatif teranyar ini dihadirkan untuk mendongkrak minat baca masyarakat melalui bahan literasi berkualitas, memperkuat kesadaran berbahasa nasional, hingga mengakselerasi budaya kerja profesional di lingkungan pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan, Bulan Bahasa dan Sastra harus dijadikan momentum titik balik bagi generasi muda untuk semakin bangga dan percaya diri menggunakan bahasa Indonesia di ruang publik, ranah kreatif, maupun panggung riset global.
“Melalui peringatan dan puncak Bulan Bahasa ini, kami berusaha untuk makin banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang semakin bangga menggunakan bahasa Indonesia baik dalam komunikasi sehari-hari, ekspresi seni, penulisan karya ilmiah, dan berbagai hal yang positif lainnya,” ujar Mendikdasmen dalam siaran persnya, Selasa, 3 November 2026.
Komitmen tersebut diwujudkan lewat deretan materi bacaan variatif yang menyasar berbagai kalangan, dari anak usia dini hingga masyarakat umum. Rincian karya yang dirilis mencakup buku Profil Pemenang Apresiasi Giat UKBI 2025, buku Antologi Terjemahan Cerita Anak karya pemenang sayembara, Kamus Sinonim - Antonim untuk Pelajar, Kamus Kata Asing Populer untuk Pelajar, alih bahasa karya sastra, serta terjemahan dokumen strategis organisasi multilateral.
Guna menghadirkan visual literasi yang disukai pelajar masa kini, Badan Bahasa merilis 30 bahan bacaan literasi dan numerasi format komik untuk PAUD dan SD, 25 komik adaptasi sastra, 50 bacaan bermutu jenjang C dan D. Kemudian 80 buku terjemahan cerita anak bahasa asing untuk misi diplomasi, 130 buku terjemahan cerita anak bahasa Indonesia, serta 300 judul bacaan ramah disabilitas bagi siswa berkebutuhan khusus.
Pada lini regulasi dan pemeringkatan, diluncurkan pula Peta Jalan Penginternasionalan Bahasa Indonesia (PJBI), Buku Indeks Penginternasionalan Bahasa Indonesia (IPBI), Rekomendasi Kongres Bahasa Daerah, serta Permendikdasmen Nomor 24 Tahun 2026 tentang Indeks Pembangunan Kebahasaan. Adapun wiyata kinarya yang diperkenalkan meliputi program UKBI Adaptif dan Ramah Santun.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyatakan, ketersediaan bahan bacaan bergizi ini diharapkan mempercepat pemerataan akses bacaan bermutu ke pelosok tanah air.
“Peluncuran produk tersebut diharapkan dapat menjadi komitmen kita semuanya untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas serta meningkatkan kompetensi dan kesadaran berbahasa Indonesia dalam wujud pendidikan bermutu untuk semua,” ujarnya.
Hafidz turut menggarisbawahi urgensi komitmen Trigatra Bangun Bahasa: utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing. Baginya, kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, komunitas penggerak, sekolah, pegiat media sosial, hingga media massa, mutlak dibutuhkan demi menjaga ekosistem bahasa tetap hidup.
Apresiasi untuk Tokoh dan Instansi
Tak sekadar meluncurkan karya rintisan, Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 menjadi panggung apresiasi bagi para penjaga marwah literasi. Sederet tokoh sastra berhasil memboyong Penghargaan Sastra Kemendikdasmen 2026, yakni Nukila Amal (kategori novel), Heru Joni Putra (kumpulan puisi), Raudal Tanjung Banua (kumpulan cerpen), Iswadi Pratama (naskah drama), dan Sutejo (kumpulan esai/kritik sastra).Apresiasi kelembagaan turut mewarnai acara. Penghargaan Adibahasa disabet Provinsi Jawa Barat atas konsistensinya dalam pembangunan kebahasaan. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemprov Papua Barat dinobatkan sebagai Mitra Strategis Pelestarian Bahasa Daerah.
Untuk kategori instansi pemerintah, Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, serta Bappenas meraih penghargaan Pengguna Bahasa Indonesia Terbaik dalam Surat Dinas. Di lingkup internal Kemendikdasmen, apresiasi serupa diraih Badan Kebijakan Dikdasmen, Sekretariat Jenderal, serta Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen.
Mengusung tema besar “Bahasa Indonesia Bermartabat; Indonesia Berdaulat”, helatan akbar tahun ini membuktikan bahwa bahasa persatuan siap melangkah maju menjadi identitas peradaban yang adaptif dan diperhitungkan di kancah global.
Baca Juga :