Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan pembahasan mengenai formasi guru PNS SNT sedang dilakukan. Pemerintah menargetkan proses rekrutmen dapat dibuka pada tahun ini.
"Baru mau dibahas sih ini PNS-nya, rencana buka tahun ini rekrutmennya," kata Nunuk di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
| Baca juga: Seleksi Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwalnya |
Nunuk menjelaskan, selama proses pembentukan SNT, kebutuhan guru masih dipenuhi melalui mekanisme rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Skema tersebut dipilih karena lebih memungkinkan dilakukan secara khusus sesuai kebutuhan sekolah.
"Kalau sekarang kan masih rekrut PPPK. Kami juga masih mendampingi untuk perekrutan. Karena kalau untuk PNS itu kan tidak bisa institusional. Kalau PPPK kan bisa institusional," ujarnya.
Menurut dia, pengadaan guru PNS harus dilakukan secara terpusat bersama kebutuhan aparatur sipil negara lainnya. Berbeda dengan PPPK yang dapat diusulkan berdasarkan kebutuhan instansi penyelenggara.
"Kalau PNS kan harus terpusat semua. Jadi semua, termasuk guru non-program unggulan, juga akan ditetapkan formasinya bersama-sama," jelasnya.
Nunuk menegaskan, guru yang nantinya bertugas di Sekolah Nasional Terintegrasi akan berstatus PNS pemerintah pusat. Hal ini sejalan dengan tata kelola SNT yang diselenggarakan langsung oleh Kemendikdasmen, bukan pemerintah daerah.
"Yang pasti dia PNS," tegas Nunuk.
| Baca juga: Sekolah Nasional Terintegrasi Dapat Anggaran Rp 7,21 Triliun pada 2027 |
Ia mengatakan koordinasi dengan pemerintah daerah tetap dilakukan untuk menentukan kebutuhan formasi guru di setiap lokasi SNT. Namun, status kepegawaiannya tetap berada di bawah pemerintah pusat.
"Jadi juga sampai menemukan formasi itu nanti koordinasi ke daerah. Tapi yang pasti dia PNS," ujarnya.
Saat ini pemerintah tengah menyiapkan operasional 17 Sekolah Nasional Terintegrasi yang akan mulai menerima murid pada tahun ajaran 2026/2027. Kebutuhan guru pun disesuaikan dengan jumlah sekolah yang mulai beroperasi tersebut.
"Berarti kebutuhannya berapa sih? Kebutuhannya selama ini ya sesuai dengan jumlah sekolahnya, 17," kata Nunuk.
Pemerintah sebelumnya menetapkan 17 lokasi SNT yang mulai beroperasi pada 2026. Selain itu, terdapat 20 lokasi lain yang akan dibangun pada tahun ini sehingga ditargetkan total 37 SNT mulai menerima murid baru pada 2027.
SNT merupakan program prioritas pemerintah yang mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan. Sekolah ini dirancang memiliki kurikulum berlapis, fasilitas berstandar internasional, serta pembinaan talenta peserta didik secara berkelanjutan.
"Pemerintah berharap SNT menjadi pusat pemerataan mutu pendidikan di berbagai daerah Indonesia," pungkasnya.
| Baca juga: 100 Sekolah Unggul Non-Asrama Siap Dibangun, Abdul Mu'ti: Tahun Ini Dimulai |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda