PAUD. DOK Kemdikbud
PAUD. DOK Kemdikbud

Kerap Dikira Bikin Speech Delay, Anak Multibahasa Justru Makin Cerdas dan Bebas Pikun

Renatha Swasty • 24 Juli 2026 09:28
Ringkasnya gini..
  • Temuan ilmiah membantah mitos bahwa mengenalkan banyak bahasa sejak dini dapat memicu speech delay pada anak.
  • Wamen Dikti Saintek Stella Christie sebut kemampuan multibahasa tingkatkan fungsi kognitif otak serta menekan risiko Alzheimer di usia tua.
  • Indonesia jadi juara tribahasa dunia; orang tua diimbau rutin ajak anak bercerita menggunakan bahasa ibu untuk latih pemahaman dan kecerdasan.
Jakarta: Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) menjadi momen tepat mengapresiasi potensi luar biasa yang dimiliki oleh anak-anak. Salah satu keunggulan yang sering kali luput dari perhatian adalah superpower berupa kemampuan mempelajari dan menguasai banyak bahasa sekaligus.
 
Di tengah masyarakat, masih kerap beredar anggapan mengenalkan beberapa bahasa sejak dini dapat memicu keterlambatan bicara atau speech delay pada tumbuh kembang anak. Namun, pandangan keliru tersebut dibantah tegas oleh berbagai temuan ilmiah berbasis sains.
 
Para ahli justru mengungkapkan kemampuan multibahasa memberikan dampak positif yang sangat besar bagi perkembangan kognitif otak anak secara jangka panjang. Selain mengasah kecerdasan, kebiasaan memproses banyak bahasa sejak kecil bahkan terbukti ampuh menekan risiko penyakit Alzheimer saat memasuki usia lanjut.

Multibahasa Bikin Cerdas dan Cegah Pikun

Riset ilmiah membuktikan mengenalkan beberapa bahasa kepada anak tidak menyebabkan keterlambatan bicara. Sebaliknya, kemampuan multibahasa justru memberikan dampak positif yang sangat besar bagi perkembangan otak anak.

“Banyak orang percaya bahwa belajar multibahasa sekaligus itu akan membuat speech delay. Apa kata sains? Sama sekali tidak. Bahkan sains membuktikan, anak yang fasih multibahasa itu bisa lebih pintar secara kognitif, dan waktu mereka di hari tua, probabilitas untuk sakit Alzheimer itu jauh berkurang,” ungkap Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, melalui unggahan akun Instagram @prof.stellachristie dikutip Jumat, 24 Juli 2026.
 
Bukti ilmiah mengenai kekuatan otak multibahasa anak-anak ini ditemukan oleh pakar perkembangan bahasa dunia, Janet Worker dari University of British Columbia dan Viorica Marian dari Northwestern University.
 

Indonesia Juara Tribahasa Dunia

Anak-anak Indonesia memiliki potensi alami yang sangat besar dalam mengembangkan superpower ini. Dengan kekayaan lebih dari 700 bahasa daerah, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan bahasa paling beragam di dunia.
 
Tak hanya itu, Indonesia juga memegang predikat sebagai juara satu tribahasa di dunia, di mana masyarakatnya paling banyak mempunyai kemampuan berkomunikasi dalam tiga bahasa sekaligus, yaitu bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing.

Tips Sederhana untuk Orang Tua

Nah, agar potensi multibahasa anak dapat terasah optimal, para orang tua tidak perlu menerapkan metode rumit. Cukup lakukan kebiasaan sederhana berikut setiap hari.
 
“Minta anak untuk setiap hari bercerita satu hal saja dari sekolahnya dengan bahasa ibunya. Kalau si anak mampu menyampaikan yang dia pelajari dalam bahasa Indonesia ke bahasa ibu atau bahasa daerah, itu kan berarti anaknya mengerti apa yang dia pelajari di sekolah. Dijamin, tiap hari seperti ini, anak-anak kita akan pintar,” ujar Stella.
 
Selamat Hari Anak Nasional untuk seluruh anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke! Teruslah belajar, mengeksplorasi bahasa, dan mengoptimalkan potensi diri untuk masa depan bangsa. (Talitha Islamey)
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan