Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, mengatakan senjata ditemukan di ruangan yang sebelumnya ditempati oleh mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD pada 10 dan 11 Juli 2026. Penemuan ratusan senjata itu terungkap saat sekolah hendak membuka ruangan untuk mengambil kebutuhan siswa.
Namun, ruangan dikunci dan kunci dibawa. Pihak sekolah lalu meminta pendampingan polisi untuk membuka ruangan yang terkunci.
"Ternyata ditemukan lagi senjata, ditemukan lagi peluru, ditemukan lagi alat cetak peluru, ditemukan juga terkait narkoba," ujar Hermawanto, Kamis, 6 Agustus 2026.

Penemuan senpi di sekolah swasta di Jakarta Selatan. Metro TV/Dody Soebagio
Hermahanto mengungkapkan IWD sudah lebih dulu dipecat sebelum kasus ini terkuak. IWD dipecat lantaran diduga menyalahgunakan uang yayasan untuk kepentingan pribadi.
IWD mengambil uang yayasan untuk dibelikan tanah yang selanjutnya tanah itu diatasnamakan istrinya. "Dua orang, ketua kita berhentikan sementara, istrinya kita nonaktfikan sebagai dewan pembina," tutur dia.
Hermahanto mengatakan kasus ini telah diselidiki oleh Polres Metro Jakarta Selatan. Dia meminta polisi menginvestigasi kasus ini hingga selesai.
"Kami meminta polisi sangat-sangat seirus mendalami kasus ini karena selain narkoba juga ada senjata karena ini berkaitan dengan keamanan nasional," tutur dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda