Ilustrasi orang tua dan anak saat libur sekolah. Foto: Unsplash/Vitaly Griev
Ilustrasi orang tua dan anak saat libur sekolah. Foto: Unsplash/Vitaly Griev

Survei IWG: 7 dari 10 Orang Tua Stres Saat Libur Sekolah, Kerja Fleksibel Jadi Solusi

Annisa ayu artanti • 06 Agustus 2026 16:37
Ringkasnya gini..
  • Survei IWG: 69% orang tua stres mengatur pengasuhan anak saat libur sekolah.
  • Kerja fleksibel dinilai mampu mengurangi biaya pengasuhan dan meningkatkan produktivitas.
  • Mayoritas orang tua ingin ruang kerja lebih dekat dari rumah selama musim liburan sekolah.
Jakarta: Libur sekolah ternyata bukan hanya menjadi momen menyenangkan bagi anak-anak. Di balik itu, banyak orang tua justru menghadapi tantangan baru, mulai dari mengatur pengasuhan hingga membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.
 
Survei terbaru International Workplace Group (IWG) mengungkapkan hampir tujuh dari sepuluh orang tua (69 persen) mengaku mengalami stres saat harus mengatur penitipan anak selama libur sekolah. Di tengah tekanan biaya hidup yang masih tinggi, kebutuhan akan sistem kerja yang lebih fleksibel pun semakin mendesak.
 
Penelitian tersebut juga menunjukkan 78 persen responden menilai akses ke ruang kerja yang lokasinya lebih dekat dengan rumah dapat membantu mengurangi tekanan selama musim liburan sekolah.

Biaya Penitipan Anak Meningkat, Orang Tua Butuh Kerja Fleksibel

Dalam upaya mencari solusi tersebut, 8 dari 10 (78 persen) responden menyatakan memiliki akses ke ruang kerja lokal akan meringankan stres tersebut. Hal ini terjadi di tengah kondisi di mana hampir tiga perempat orang tua menyatakan mereka perlu bekerja secara fleksibel untuk mengurangi biaya penitipan anak selama libur sekolah berlangsung, mengingat tekanan inflasi global yang terus berlanjut. 
 
Baca juga: Libur Sekolah Makin Nyaman, Ini Tips Jaga Suasana Hati Keluarga Saat Road Trip

Dari survey juga menunjukan lebih dari seperempat (27 persen) memperkirakan mereka mengeluarkan biaya lebih besar untuk penitipan anak selama musim libur sekolah tahun ini, dibandingkan sebelumnya. 

Dengan biaya penitipan anak tambahan selama libur sekolah bagi para orang tua, fleksibilitas menjadi solusi bagi banyak keluarga yang berusaha menyeimbangkan urusan keluarga dan pekerjaan.

Berkurangnya Fleksibilitas Kerja Bikin Beban Orang Tua Bertambah

Para orang tua yang menghadapi pengurangan kebijakan kerja fleksibel di tempat kerja tahun ini, dituntut mengambil langkah-langkah penyesuaian tambahan untuk membantu menyeimbangkan kepentingan mengasuh anak dan beban kerja selama musim liburan.
 
Lebih dari seperempat (27 persen) kini mengaku semakin bergantung pada bantuan dari teman dan keluarga, sementara 26 persen di antaranya menilai kewajiban bekerja dari kantor pusat memperbesar ketimpangan pembagian tanggung jawab pengasuhan dengan pasangan. 
 
Kondisi ini kemudian berdampak secara tidak proporsional terhadap ibu pekerja yang 8 persen lebih mungkin merasakan tekanan tambahan akibat mengelola pengasuhan anak selama libur sekolah.

Para Orang Tua Menyesuaikan Pola Kerja selama Musim Liburan

Sebanyak tiga perempat (75 persen) orang tua juga mengatakan bahwa rutinitas keluarga mereka selama liburan turut memengaruhi kehidupan kerja mereka. Sekitar seperempat responden (26 persen) bahkan mengaku lebih sulit berkonsentrasi ketika harus menyeimbangkan pekerjaan dengan tanggung jawab di rumah secara bersamaan.
 
Untuk mengatasi tekanan tambahan selama libur sekolah, lebih dari seperempat responden (28 persen) terpaksa menggunakan sebagian jatah cuti tahunan mereka untuk mengasuh anak. 
 
Bahkan, satu dari lima orang tua (18 persen) menghabiskan seluruh jatah cuti tahunan mereka selama periode libur sekolah.
 
Secara keseluruhan, temuan ini menekankan betapa pentingnya fleksibilitas bagi orang tua yang bekerja selama liburan sekolah. 
 
Dengan jutaan orang yang harus mengelola biaya pengasuhan anak, rutinitas keluarga, serta perubahan tempat dan waktu kerja, kemampuan untuk bekerja secara fleksibel dan lebih dekat dengan rumah memainkan peran penting dalam membantu keluarga menjalani periode tersebut dengan lebih efektif.
 
“Fleksibilitas tempat kerja tidak hanya mendukung kesejahteraan keluarga, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan mental secara keseluruhan dan kepuasan kerja karyawan," kata Chief Commercial Officer IWG, Fatima Koning dalam siaran pers yang dikutip pada Kamis, 6 Agustus 2026.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>