PAUD. Foto: MI/Susanto
PAUD. Foto: MI/Susanto

Jangan Sampai Dicatut demi BOSP, Yuk Cek Status Dapodik Anak di Laman Resmi Ini!

Ilham Pratama Putra • 06 Agustus 2026 10:29
Ringkasnya gini..
  • Orang tua dapat mengecek status anak di Dapodik melalui laman nisn.data.kemendikdasmen.go.id untuk memastikan data peserta didik sesuai.
  • Kemendikdasmen mengimbau masyarakat segera melapor ke sekolah atau dinas pendidikan apabila menemukan data yang tidak sesuai.
  • Pengecekan ini penting setelah viral dugaan pencatutan data anak untuk Dapodik PAUD, yang kini masih diinvestigasi oleh Kemendikdasmen.
Jakarta: Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diduga dicatut oknum sekolah untuk mendapatkan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Sebagai orang tua, kamu bisa menghindari pencatutan dengan mengecek Dapodik secara mandiri melalui laman nisn.data.kemendikdasmen.go.id.
 
"Apabila menemukan ketidaksesuaian data, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada satuan pendidikan atau dinas pendidikan setempat agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku," kata Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Non Formal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas PNFI), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto, dalam keterangan tertulis, Kamis, 6 Agustus 2026. 
 
Gogot memastikan Kemendikdasmen terus berupaya menjaga integritas tata kelola Dapodik. Termasuk memastikan setiap dugaan penyalahgunaan data ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
 
Baca juga: Anak PAUD Mau Diajari AI, Realitanya Banyak Guru Belum Lulus S1  


Dia juga mengingatkan orang tua mengenai kepemilikan data pribadi. Ia mengimbau orang tua, satuan pendidikan, guru, dan tenaga kependidikan, tidak memberikan atau menyebarluaskan data pribadi.
 
"Seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (KK), alamat, nomor telepon, maupun dokumen kependudukan, kepada pihak yang tidak berwenang atau melalui kanal yang tidak resmi," kata Gogot.
 
Kemendikdasmen memastikan akan mengambil langkah tegas apabila hasil penelusuran menemukan penyalahgunaan akses, penggunaan data pribadi yang tidak sesuai ketentuan, maupun pelanggaran terhadap tata kelola Dapodik. Penanganan terhadap pelanggaran tersebut akan dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta berkoordinasi dengan kementerian/lembaga dan aparat penegak hukum yang berwenang.
 
Gogot menjelaskan secara prosedural, penginputan data peserta didik ke dalam Dapodik hanya dapat dilakukan oleh satuan pendidikan melalui akun resmi yang berwenang. Penginputan data tersebut harus didasarkan pada dokumen serta proses administrasi penerimaan peserta didik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
 
Terpisah, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kepala Pusdatin) Kemendikdasmen Wibowo Mukti menyebut pihaknya sudah menyelidiki kasus tersebut. Wibowo memastikan Kemendikdasmen menanggapi isu ini dengan serius. 
 
"Kami menanggapi isu ini dengan serius karena integritas data dan perlindungan data pribadi merupakan prioritas utama dalam pengelolaan Dapodik," tegas dia.
 
 
 
Baca juga: 
 
 

 
Sebelumnya, kasus dugaan pencatutan data anak di Dapodik awalnya ramai di media sosial Thread. Seorang ibu melalui akun Threadsnya dengan nama akun @nadyxxxx bercerita bahwa anaknya tercatat sekolah di sebuah PAUD.
 
"Bismillah izin karna lagi viral tentang nisn dapodik anak saya perempuan berusia 3tahun 9bulan bahkan belum sekolah dimanapun saya barusan cek di web nya GONGGG ternyata anak saya terdaftar di sebuah paud yang bahkan saya belum pernah kesana? apa jawaban kadernya sayang? mari kita baca .. data sepeenting ini disalah gunakan untuk kepentingan mereka sendiri!," tulis @nadyxxx.
 
Selain N, warga lain berinisial V menyampaikan keluhan serupa. N melihat nama anaknya masih tercatat sebagai siswa aktif di sekolah lama.
 
"Baru rame soal anak asal dimasukan dapodik, karna penasaran akhirnya aku cek jg data anakku. cringgg status anakku masih siswa aktif disekolah lama, padahal udah pindah ke sekolah baru. ini termasuk penyalahgunaan data jg ga ya?," kata @vanixxxxx.
 
Kasus serupa lainnya terjadi pada ibu berinisial S dengan akun @serlixxxxx. Ibu S mengaku bila kader posyandu memakai data anaknya untuk didaftarkan ke Dapodik sekolah miliknya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan