Siswa Belajar dengan IFP di Kelas. Foto: Kemendikdasmen
Siswa Belajar dengan IFP di Kelas. Foto: Kemendikdasmen

Kemendikdasmen Dorong Sekolah Swasta Unggulan Masuk Pilihan SPMB

Ilham Pratama Putra • 15 Juni 2026 10:11
Ringkasnya gini..
  • Kemendikdasmen mendorong sekolah swasta unggul dilibatkan dalam SPMB 2026.
  • Siswa diharapkan dapat memilih sekolah swasta unggul sebagai opsi saat mendaftar.
  • Kolaborasi sekolah negeri dan swasta dinilai penting untuk pemerataan akses pendidikan.
Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pemerintah daerah melibatkan sekolah swasta dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Tak terkecuali bagi sekolah swasta unggulan.
 
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan sekolah swasta yang memiliki akreditasi unggul perlu diberi ruang dalam sistem penerimaan murid baru. Tujuannya, agar masyarakat memiliki banyak alternatif pilihan.
 
"Kita mendorong pemerintah daerah dan panitia SPMB daerah menyertakan sekolah swasta yang sudah terakreditasi unggul dalam proses SPMB ini," kata Fajar kepada Medcom.id, Senin, 15 Juni 2026.

Menurut dia, keterlibatan sekolah swasta unggul akan memperluas pilihan pendidikan bagi calon peserta didik. Dengan demikian, siswa tidak hanya berfokus pada sekolah negeri saat mengikuti proses seleksi.
 
"Sehingga nanti murid itu bisa memasukkan swasta unggul itu dalam pilihan satu atau pilihan dua," ujar dia.
 
Baca juga: Pendaftaran Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026 Dibuka! Ini 103 Pilihannya

Fajar menilai kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta menjadi penting dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Apalagi, tidak semua siswa dapat tertampung di sekolah negeri yang tersedia.
 
Karena itu, pemerintah daerah didorong memperkuat koordinasi dengan sekolah swasta berkualitas. Hal ini agar pelaksanaan SPMB berjalan lebih inklusif dan memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat.
 
Fajar mengeklaim SPMB 2026 berlangsung lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Berbagai persoalan yang sempat menjadi perhatian nasional disebut jauh berkurang.
 
Dia mengatakan laporan terkait pelaksanaan SPMB 2026 memang masih muncul di sejumlah daerah. Namun, skalanya tidak sebesar tahun lalu.
 
"Kalau dibilang laporan itu pasti ada. Namanya juga sekolah begitu luas dan begitu banyak. Tetapi yang kira-kira menjadi isu perhatian nasional itu jauh berkurang dibanding tahun lalu," kata Fajar.
 
Menurut dia, daerah yang menjalankan SPMB sesuai ketentuan Kemendikdasmen umumnya tidak mengalami persoalan berarti. Fajar mengaku telah memantau sejumlah daerah dan tidak menemukan keluhan yang menonjol.
 
"Saya sudah cek monitor termasuk tadi di Surabaya, di Lamongan tidak ada keluhan," ujar dia.
Baca juga : Kepala Sekolah Jadi Aktor Utama SPMB 2026 Supaya Berjalan Lancar

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA