Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. DOK Kemdiktisaintek
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. DOK Kemdiktisaintek

P3MDI Batch 1, URI Siapkan 400 Lulusan Sarjana Kerja di BUMN

Renatha Swasty • 05 November 2026 13:00
Ringkasnya gini..
  • Universitas Republik Indonesia (URI) memimpin penyiapan 400 sarjana terpilih P3MDI Batch 1 Tahun 2026 sebelum diplot ke BUMN.
  • Para peserta menjalani pelatihan intensif 6 bulan dan magang 2 bulan guna memperkuat kompetensi teknis serta karakter kepemimpinan.
  • Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan arahan Presiden Prabowo fokus pada keseimbangan kecakapan profesional dan integritas tinggi.
Jakarta: Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun 2026 yang diinisiasi Universitas Republik Indonesia (URI) memungkinkan 400 lulusan sarjana bekerja di BUMN. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk mendukung pelaksanaan berbagai program strategis nasional.

"Nah penyiapan dari 400 orang yang akan nantinya ditempatkan di BUMN dan berbagai program strategis itu dilakukan oleh URI," ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dikutip dari laman kemdiktisaintek.go.id, Kamis, 5 November 2026.

Sebelum terjun ke dunia kerja, para peserta akan menjalani pelatihan intensif selama enam bulan, kemudian magang dua bulan. Setelah tahapan itu rampung, peserta diproyeksikan mengisi berbagai posisi strategis pemerintah. 

Memulai program itu, Presiden Prabowo Subianto bertemu langsung peserta P3MDI. Pembekalan yang diberikan tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan kompetensi teknis dan profesional. 

Kepala Negara menginginkan para peserta memiliki karakter kuat, memahami realitas kehidupan masyarakat, serta mampu menjalankan tanggung jawab dengan penuh integritas.
 
“Intinya tadi Pak Presiden memberikan pembekalan bagaimana mereka betul-betul siap, betul-betul memiliki integritas yang baik, hati yang baik, kapasitas yang baik, dan juga jiwa kebangsaan, rasa pemahaman yang baik tentang kondisi rakyat Indonesia, kondisi bangsa Indonesia,” ungkap Brian.

Brian menyebut penting keseimbangan antara kecakapan profesional dan pembentukan karakter dalam mempersiapkan calon pemimpin masa depan. Para peserta diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas secara efektif, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat dan kepentingan bangsa.

Presiden menginginkan agar seluruh peserta dapat menunjukkan kinerja optimal dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab ketika nantinya memasuki dunia kerja.

“Sehingga mereka ketika nanti bekerja, mereka memiliki performasi yang baik dengan integritas yang tinggi,” kata dia. 



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan