Menurut Presiden Prabowo, langkah tersebut membuat negara menghemat anggaran hingga Rp50 triliun. Penghematan terutama berasal dari biaya operasional atau overhead, mulai dari gaji direksi dan komisaris hingga biaya sewa gedung, kendaraan, serta rapat kerja.
“BUMN umpamanya, sampai hari ini kita sudah tutup 328 BUMN lebih. Itu kita bisa hemat Rp50 triliun dari overhead. Gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, rapat kerja,” kata Presiden Prabowo dalam program ‘Presiden Prabowo Menjawab’, Rabu, 16 September 2026.
Target 750 BUMN Ditutup
Presiden Prabowo mengatakan target hingga akhir tahun ini bisa menutup 750 BUMN, sehingga masih ada sekitar 400 BUMN lagi yang harus ditutup. Dengan penutupan ratusan BUMN itu, ia berharap anggaran yang bisa dihemat mencapai Rp100 triliun.“Uang itu banyak di Indonesia, (tapi) yang menikmati hanya segelintir orang yang berani juga, berani maling,” ucapnya.
Selain menutup BUMN yang dianggap tak menguntungkan, pemerintah juga berkomitmen menegakkan aturan.
Pupuk Indonesia Catat Kenaikan Laba 252 Persen
Menurut Presiden Prabowo, PT Pupuk Indonesia menunjukkan kinerja yang menggembirakan dengan mencatat keuntungan bersih hingga 252 persen.“PT Pupuk, Dirutnya luar biasa. PT Pupuk untung bersih naik 252 persen. Padahal, kita turunkan harga pupuk 20 persen. Dan dengan turun 20 persen, volume tambah, pupuk di mana-mana banyak, PT Pupuk untung 252 persen,” ujarnya
Pemerintah pun berupaya memberantas tambang ilegal di berbagai wilayah, seperti di Bangka Belitung. Kini, PT Timah Tbk mencatat kenaikan untung hingga sembilan kali lipat dibanding tahun 2025.
“PT Timah sekarang untung. Untungnya Anda mungkin tidak percaya, PT Timah itu keuntungannya sembilan kali, 900 persen,” katanya.
Presiden Prabowo mengatakan capaian ini bisa terwujud karena pemerintah dan seluruh jajaran direksi BUMN yang ada saat ini tak mau main-main dengan rakyat dan mencari keuntungan sendiri.
“Karena direksi dan kita semua, kita tidak mau patgulipat. Kita tidak mau mencuri dari negara,” tegasnya.