Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin mengatakan pemerintah terus memperluas pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). BIOA diandalkan sebagai salah satu upaya meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia di luar negeri.
"Saat ini untuk kelas Bahasa Indonesia bagi penutur asing atau BIPA sudah ada di 60 buah negara. Ini juga menunjukkan bagaimana minat masyarakat dunia untuk dapat menguasai dan mencintai Bahasa Indonesia," kata Hafidz dalam acara Handai Indonesia 2026 di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
| Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 31: Cerpen Mardanu |
Menurut Hafidz, perluasan BIPA menjadi modal untuk meningkatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Pemerintah menargetkan tujuan tersebut dapat semakin kuat pada 2045, bertepatan dengan 100 tahun Indonesia merdeka.
"Semoga ini akan menjadi berita bagus dalam rangka meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional yang kita targetkan di tahun 2045," ujarnya.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Heru Hartanto mengatakan penguatan bahasa Indonesia di luar negeri merupakan bagian dari strategi diplomasi publik Indonesia. Ia menyebut festival Handai Indonesia menjadi salah satu sarana memperkenalkan Indonesia melalui bahasa sekaligus membangun hubungan dengan masyarakat di negara lain.
"Festival Handai ini merupakan bagian daripada grand strategy kita untuk soft power diplomacy, di mana bahasa menjadi salah satu alat untuk mempererat bangsa-bangsa terutama dalam rangka untuk memperkuat konteks dan juga menaikkan citra Indonesia di mancanegara," kata Heru.
| Baca juga: Biar Enggak Makin Keliru, Cek 10 Kata Bahasa Indonesia yang Sering Salah Kaprah Lengkap Arti Benarnya |
Menurut dia, para peserta Handai Indonesia 2026 yang terdiri dari 20 negara kali ini diharapkan dapat menjadi sahabat Indonesia di negara masing-masing. Program tersebut dinilai dapat memperluas jejaring masyarakat asing yang memiliki kedekatan dengan Indonesia.
Heru mengatakan antusiasme negara-negara peserta juga terlihat dari keterlibatan perwakilan mereka dalam kegiatan Handai Indonesia. Pemerintah berharap semakin banyak "sahabat Indonesia" yang dapat dibangun melalui kegiatan serupa.
Korea Jadi Negara Paling Minat Belajar Bahasa Indonesia
Lebih lanjut, Hafidz mengatakan Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan minat tinggi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia melalui program BIPA. "Kalau dari hasil pembelajaran BIPA kemarin adalah Korea Selatan. Itu jumlahnya paling banyak," katanya.
Selain Korea Selatan, Mesir juga menunjukkan perkembangan pembelajaran bahasa Indonesia. Hafidz menyebut bahasa Indonesia telah menjadi program studi di Universitas Al-Azhar, Mesir.
"Lebih dari 300 mahasiswa di bagian-bagian Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar yang mulai dibuka pada tahun lalu," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan penguatan bahasa Indonesia di luar negeri diharapkan tidak berhenti pada kemampuan berbahasa. "Melalui forum ini tentu kami berharap agar bahasa Indonesia yang setelah menjadi salah satu bahasa resmi UNESCO dapat semakin berkembang dan menjadi salah satu alat diplomasi bagi Indonesia," kata Abdul Mu'ti.
Ia menilai kemampuan masyarakat dari berbagai negara menggunakan bahasa Indonesia menunjukkan potensi bahasa tersebut sebagai sarana membangun persahabatan antarbangsa. Handai Indonesia 2026 sendiri diikuti ratusan peserta dari 20 negara.
Para peserta menunjukkan kemampuan berbahasa Indonesia melalui berbagai perlombaan. Mulai dari bercerita, membaca puisi, menyanyi hingga berpantun.
| Baca juga: Siap-Siap! Mendikdasmen Sebut 2027 Bakal Ada Rekrutmen PNS Pustakawan Besar-besaran |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda