Sekolah. DOK Medcom
Sekolah. DOK Medcom

Biar Enggak Makin Keliru, Cek 10 Kata Bahasa Indonesia yang Sering Salah Kaprah Lengkap Arti Benarnya

Bramcov Stivens Situmeang • 04 Agustus 2026 10:20
Ringkasnya gini..
  • Banyak kata Bahasa Indonesia seperti acuh, absen, dan bergeming yang kerap digunakan sehari-hari namun maknanya keliru.
  • Dalam KBBI, acuh berarti peduli, bergeming artinya diam, sedangkan kata yang benar untuk mengganti arti kata adalah "mengubah".
  • Memahami makna tepat sesuai KBBI penting agar tidak salah kaprah dalam berkomunikasi dan penulisan kalimat baku.
Jakarta: Sobat Medcom mungkin sudah sering mendengar atau bahkan menggunakan kata seperti acuh, absen, hingga bergeming dalam percakapan sehari-hari. Namun, tahukah kamu bahwa makna ketiga kata tersebut menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ternyata berbeda dari pemahaman yang selama ini berkembang di masyarakat?
 
Kesalahan dalam memahami arti sebuah kata memang cukup sering terjadi karena penggunaannya yang telah menjadi kebiasaan. Supaya tidak keliru lagi, berikut 10 kata dalam Bahasa Indonesia yang kerap disalahartikan beserta makna yang benar menurut KBBI.

10 kata Bahasa Indonesia yang sering salah kaprah

1. Acuh

Banyak orang menganggap kata acuh berarti tidak peduli atau cuek. Misalnya dalam kalimat, "Dia terlalu acuh terhadap aturan yang ada sehingga suka bertindak seenaknya".
 
Padahal, menurut KBBI, acuh berarti peduli atau mengindahkan. Contoh penggunaannya adalah, "Ia tidak acuh akan larangan orang tuanya".

2. Absen

Kata absen juga sering digunakan untuk menggantikan makna hadir, seperti dalam kalimat, "Saya absen dulu ke kantor untuk menyerahkan laporan". Padahal, arti absen menurut KBBI adalah tidak hadir atau tidak masuk sekolah, bekerja, dan sebagainya.

3. Bergeming

Tak sedikit orang menggunakan kata bergeming untuk menunjukkan seseorang bergerak. Contohnya, "Padahal suara petirnya keras, tapi dia tetapi bisa tidur tanpa bergeming sedikitpun".

Padahal, makna sebenarnya justru sebaliknya. Dalam KBBI, bergeming berarti tidak bergerak sedikit pun atau tetap diam.

4. Seronok

Selama ini kata seronok sering dikaitkan dengan sesuatu yang berkonotasi negatif atau berhubungan dengan seksualitas. Padahal, menurut KBBI, seronok berarti menyenangkan hati atau sedap dipandang maupun didengar.
 

5. Nuansa

Kata nuansa kerap dipakai untuk menggambarkan suasana atau tema secara umum. Sedangkan, KBBI menjelaskan nuansa berarti variasi atau perbedaan yang sangat halus, baik dari segi warna, suara, maupun kualitas.

6. Wacana

Dalam percakapan sehari-hari, wacana sering dimaknai sebagai rencana yang belum terlaksana atau sekadar omong kosong.
 
Dalam KBBI, wacana berarti komunikasi verbal, percakapan, atau keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan.

7. Dirgahayu

Penulisan Dirgahayu HUT RI masih sering dijumpai saat peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Kata ini sering disalahartikan sebagai "selamat".
 
Padahal, kata dirgahayu bermakna berumur panjang biasanya ditujukan kepada negara maupun organisasi yang sedang memperingati hari jadinya. Karena itu, penulisannya berdampingan dengan singkatan HUT sebenarnya kurang tepat.

8. Miris

Kata miris umumnya digunakan untuk mengungkapkan rasa sedih yang mendalam. Sementara, menurut KBBI miris berarti merasa was-was, risau, atau cemas.

9. Kita dan kami

Banyak orang menganggap kata kita dan kami memiliki arti yang sama karena dalam bahasa Inggris keduanya diterjemahkan menjadi we.
 
Padahal, kami digunakan untuk menyebut pembicara beserta orang lain tanpa melibatkan lawan bicara, sedangkan kita digunakan ketika lawan bicara ikut termasuk dalam kelompok tersebut.

10. Merubah

Kata merubah masih sangat sering digunakan, bahkan muncul dalam berbagai lagu popular berjudul 'Hari Paling Bahagia'. Padahal, bentuk baku yang tercantum dalam KBBI adalah mengubah.
 
Hal ini karena kata dasarnya ialah ubah. Sehingga, imbuhan me- berubah menjadi meng-, bukan berasal dari kata rubah yang merupakan nama hewan.
 
Nah, itulah ulasan mengenai 10 kata Bahasa Indonesia yang sering salah kaprah. Semoga menambah wawasan kamu ya!
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan