Cerita itu mengangkat sosok Mardanu, seorang lelaki tua dan mantan prajurit yang memiliki pengalaman hidup cukup menarik. Melalui cerpen ini, siswa diajak memahami karakter tokoh, peristiwa yang dialami Mardanu, serta pesan atau makna yang tersirat dalam cerita.
Sebelum membahas kunci jawaban tugas Bahasa Indonesia Kelas 12 halaman 31, yuk pahami terlebih dahulu gambaran umum cerita "Lelaki yang Menderita Bila Dipuji". Berikut ulasannya dikutip dari YouTube Kunci Jawaban:
Sinopsis Cerpen "Lelaki yang Menderita Bila Dipuji"
Cerpen ini bercerita tentang Mardanu, seorang lelaki berusia 70 tahun yang merupakan mantan prajurit. Pada masa lalu, ia pernah berjasa menembak jatuh dua pesawat musuh.Namun, kehidupan Mardanu setelah pensiun justru diwarnai perasaan tidak nyaman ketika mendapatkan pujian dari warga desa. Ia merasa terbebani ketika orang-orang memuji masa lalunya sebagai seorang pahlawan, kondisi tubuhnya yang masih terlihat segar di usia 70 tahun maupun keberhasilan kedua anaknya yang telah hidup mandiri.
Menurut Mardanu, berbagai hal itu merupakan sesuatu yang biasa dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk terus mendapatkan pujian. Cerita kemudian mengalami perubahan ketika cucu Mardanu, Manik, datang berkunjung.
Sang cucu menyanyikan lagu tentang burung kutilang yang bernyanyi di atas pohon cempaka. Nyanyian sederhana Manik membuat hati Mardanu tersentuh.
Ia kemudian memutuskan melepaskan burung kutilang yang selama ini dipeliharanya di dalam sangkar. Saat mengetahui burung tersebut telah dilepaskan, Manik memberikan pujian kepada kakeknya dengan tulus.
Berbeda dari pujian orang dewasa yang selama ini membuatnya risih, pujian polos dari cucunya justru membuat Mardanu merasa senang. Setelah memahami jalan ceritanya, kini saatnya melihat gambaran karakter tokoh utama dalam cerpen tersebut.
Deskripsi Tokoh Mardanu
Mardanu digambarkan sebagai lelaki tua yang telah berusia 70 tahun. Meski sudah lanjut usia, tubuhnya masih terlihat segar dan tegap. Di balik sosoknya yang tenang, Mardanu memiliki sisi batin yang cukup sensitif.Ia justru merasa terbebani ketika mendapat pujian dari orang-orang di sekitarnya. Berikut gambaran karakter Mardanu:
- Mantan prajurit yang pernah berjasa menembak jatuh dua pesawat musuh puluhan tahun lalu.
- Berhasil membesarkan dua anak hingga mandiri, dengan salah satu anak menjadi pemilik kios kelontong dan anak lainnya bekerja sebagai sopir truk semen.
- Memiliki sisi batin yang rapuh sehingga mudah merasa terbebani ketika mendapatkan pujian.
- Gemar memelihara burung kutilang yang disimpan dalam sangkar di teras rumah.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 31
Pembahasan berikut dapat menjadi referensi bagi siswa untuk mencocokkan hasil pekerjaan setelah mengerjakan soal secara mandiri.1. Mengapa Mardanu merasa terbebani ketika mendapatkan pujian?
Jawaban: Mardanu merasa pujian tersebut tidak perlu diberikan karena ia menganggap masa lalunya sebagai seorang pahlawan, kondisi fisiknya yang masih sehat, serta keberhasilan kedua anaknya sebagai sesuatu yang wajar. Menurut Mardanu, hal-hal tersebut bukan sesuatu yang istimewa sehingga tidak perlu terus-menerus mendapatkan pujian dari orang lain.
2. Apa yang mendorong Mardanu melepaskan burung kutilang?
Jawaban: Mardanu terdorong melepaskan burung kutilangnya setelah mendengar nyanyian polos cucunya, Manik. Nyanyian tentang burung kutilang yang bebas bernyanyi di alam membuat Mardanu tersadar bahwa burung tersebut seharusnya dapat hidup dan bernyanyi dengan bebas, bukan terus berada di dalam sangkar.
3. Pujian seperti apa yang justru membuat Mardanu tersipu?
Jawaban: Pujian yang membuat Mardanu tersipu adalah pujian tulus dari cucunya, Manik, setelah mengetahui sang kakek telah melepaskan burung kutilangnya. Pujian sederhana dan polos dari seorang anak kecil tersebut justru membuat Mardanu merasa senang.
Hal ini berbeda dengan pujian orang dewasa yang selama ini dirasakan sebagai sebuah beban.
4. Apa makna tersirat dalam cerpen "Lelaki yang Menderita Bila Dipuji"?
Jawaban: Cerpen ini menyiratkan bahwa manusia pada dasarnya membutuhkan kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri tanpa terus dibebani oleh ekspektasi maupun pujian dari lingkungan sosial. Selain itu, cerita tersebut menunjukkan bahwa pujian yang diberikan dengan tulus dan tanpa kepentingan tertentu dapat memiliki makna yang lebih mendalam.
Sebaliknya, pujian yang bersifat formal dan diberikan secara terus-menerus justru dapat dirasakan sebagai tekanan atau beban. Dengan begitu, tokoh Mardanu menunjukkan bahwa tidak semua pujian selalu memberikan kebahagiaan.
Cara, maksud, dan ketulusan di balik sebuah pujian juga dapat memengaruhi bagaimana seseorang menerimanya. Meski begitu, siswa tetap disarankan membaca cerpen secara utuh dan mencoba mengerjakan soal secara mandiri terlebih dahulu sebelum melihat atau mencocokkan jawaban.
Sobat Medcom, itulah kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 12 halaman 31 mengenai cerpen "Lelaki yang Menderita Bila Dipuji" yang dapat dijadikan referensi belajar. Semoga bermanfaat ya!
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda