Polisi menemukan senjata api, narkoba, hingga VCD porno di sekolah swasta di Jakarta Selatan. Metro TV/Dody Soebagio
Polisi menemukan senjata api, narkoba, hingga VCD porno di sekolah swasta di Jakarta Selatan. Metro TV/Dody Soebagio

Temuan Senjata Api hingga Narkoba di Sekolah Jakarta Selatan, Mendikdasmen: Itu Wewenang Kepolisian

Ilham Pratama Putra • 07 Agustus 2026 20:03
Ringkasnya gini..
  • Senjata api, airsoft gun, ratusan peluru, alat pembuat peluru, serta narkoba ditemukan di ruangan sekolah swasta di Kebayoran Lama.
  • Barang-barang tersebut ditemukan di ruangan milik mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD yang sebelumnya dipecat atas dugaan korupsi.
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyerahkan penuh proses penyelidikan dan penanganan hukum kasus penemuan senpi ini kepada pihak kepolisian.
Jakarta: Senjata api airsoft gun, laras panjang, ratusan peluru, dan alat pembuat peluru ditemukan di sebuah ruangan di sekolah swasta, kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Polisi juga menemukan narkoba jenis sabu, ganja, serta VCD porno. 
 
Terkait temuan itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyerahkan penanganan kasusnya kepada kepolisian. Saat ini, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan. 
 
"Itu wewenang kepolisian," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti kepada Medcom.id, Jumat, 7 Agustus 2026.

Sebelumnya, senjata ditemukan di ruangan yang ditempati oleh mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD pada 10 dan 11 Juli 2026. Penemuan ratusan senjata itu terungkap saat sekolah hendak membuka ruangan untuk mengambil kebutuhan siswa. 
 
Namun, ruangan dikunci dan kunci dibawa. Pihak sekolah lalu meminta pendampingan polisi untuk membuka ruangan yang terkunci. 
 
"Ternyata ditemukan lagi senjata, ditemukan lagi peluru, ditemukan lagi alat cetak peluru, ditemukan juga terkait narkoba," ujar Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, Kamis, 6 Agustus 2026. 
 
Temuan Senjata Api hingga Narkoba di Sekolah Jakarta Selatan, Mendikdasmen: Itu Wewenang Kepolisian
Penemuan senpi di sekolah swasta di Jakarta Selatan. Metro TV/Dody Soebagio
 
Hermahanto mengungkapkan IWD sudah lebih dulu dipecat sebelum kasus ini terkuak. IWD dipecat lantaran diduga menyalahgunakan uang yayasan untuk kepentingan pribadi. 
 
IWD mengambil uang yayasan untuk dibelikan tanah yang selanjutnya tanah itu diatasnamakan istrinya. "Dua orang, ketua kita berhentikan sementara, istrinya kita nonaktfikan sebagai dewan pembina," tutur dia. 
 
Hermahanto mengatakan kasus ini telah diselidiki oleh Polres Metro Jakarta Selatan. Dia meminta polisi menginvestigasi kasus ini hingga selesai. 
 
"Kami meminta polisi sangat-sangat seirus mendalami kasus ini karena selain narkoba juga ada senjata karena ini berkaitan dengan keamanan nasional," tutur dia. 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan