Jakarta: Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh perdana menerima mahasiswa baru Fakultas Kedokteran. Kuota mahasiswa untuk Angkatan pertama sebanyak 50 mahasiswa.
"Alhamdulillah, tahun ini dengan kuota yang diberikan sebanyak 50 mahasiswa, kami mendapatkan full 50 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, sembilan mahasiswa kami hafal 30 juz Al-Qur'an. Ini luar biasa," kata Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman dikutip dari laman kemenag.go.id,
Mujiburrahman mengatakan kehadiran Fakultas Kedokteran merupakan langkah strategis universitas memperluas pengembangan keilmuan sekaligus berkontribusi memenuhi kebutuhan tenaga medis di Aceh.
Capaian tersebut menjadi modal awal bagi UIN Ar-Raniry mengembangkan pendidikan kedokteran yang tidak hanya menekankan kompetensi medis, tetapi juga integritas dan nilai-nilai keislaman.
Mujiburrahman menjelaskan proses pendirian Fakultas Kedokteran telah dirintis sejak 2023. Pada tahap awal, rencana tersebut menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas pendidikan.
Universitas kemudian melakukan berbagai persiapan, mulai dari penyediaan laboratorium, konsultasi dengan pihak terkait, hingga mengikuti tahapan evaluasi dan visitasi oleh lembaga berwenang. Setelah melalui proses tersebut, UIN Ar-Raniry memperoleh izin pembukaan Program Studi Kedokteran pada 31 Agustus 2025.
"Alhamdulillah, seluruh proses berjalan lancar dan sangat cepat. Ini tentu berkat ikhtiar, dukungan berbagai pihak, dan pertolongan Allah SWT," ujar dia.
Meski telah memenuhi persyaratan awal penyelenggaraan pendidikan kedokteran, UIN Ar-Raniry masih membutuhkan penguatan sarana dan prasarana pembelajaran. Sejumlah perangkat laboratorium medis modern perlu dilengkapi, termasuk manekin elektronik untuk mendukung simulasi praktik kedokteran.
Sementara itu, pembangunan laboratorium permanen Fakultas Kedokteran direncanakan melalui proyek Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) periode 2027–2031. Fasilitas tersebut akan dibangun di kawasan kampus, berdekatan dengan gedung Fakultas Kedokteran.
"Kami mohon dukungan Pak Wakil Menteri agar Kementerian Agama dapat membantu melengkapi peralatan laboratorium. Kami ingin seluruh proses pembelajaran berjalan dengan baik, didukung sarana yang lengkap, modern, dan sesuai standar," kata Mujiburrahman.
Ia berharap pengembangan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan. UIN Ar-Raniry diharapkan dapat melahirkan dokter kompeten, berintegritas, memiliki karakter keislaman, serta siap memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk di daerah yang masih kekurangan tenaga medis.
Peresmian Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wakil Menteri Agama Romo M Syafi'i dilanjutkan peninjauan fasilitas laboratorium.
Syafi’i mendukung pengembangan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry, termasuk pemenuhan fasilitas laboratorium dan perangkat pembelajaran medis. Ia meminta universitas menyusun proposal kebutuhan secara terukur agar dapat dikoordinasikan dengan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan.
"Kalau ada kebutuhan seperti yang disampaikan Pak Rektor, saya kira buat saja proposalnya dengan jelas. Nanti, selain dari Kementerian Agama, kita minta dukungan Kementerian Kesehatan untuk merealisasikan kebutuhan mendesak Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry," ujarnya.
Dia menyebut kehadiran Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry menjadi bagian dari perluasan kontribusi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam menjawab kebutuhan pembangunan nasional, khususnya di sektor kesehatan.
Pengembangan pendidikan kedokteran di PTKI juga mencerminkan integrasi ilmu keislaman dengan ilmu pengetahuan umum. Pendidikan Islam perlu terus berkembang untuk menjawab kebutuhan masyarakat .
Ilmu kedokteran memiliki kedudukan penting karena berkaitan langsung dengan upaya menjaga kehidupan dan mewujudkan kemaslahatan manusia.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan