Bali: BINUS University berhasil menembus jajaran 200 universitas terbaik di Asia dalam QS World University Rankings (QS WUR): Asia 2027. BINUS menjadi satu dari 12 universitas Indonesia yang berhasil masuk dalam jajaran Top 200 Asia, sekaligus satu-satunya universitas swasta dalam daftar tersebut.
"Hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong inovasi yang relevan. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri dan mitra internasional, serta mengembangkan lingkungan pembelajaran yang mendukung mahasiswa secara optimal dan meningkatkan daya saing global,” ujar Rektor BINUS University, Nelly, Rabu, 4 November 2026.
Pencapaian ini semakin memperkuat posisi BINUS sebagai universitas swasta dengan peringkat tertinggi di Indonesia dalam pemeringkatan QS Asia. Hal ini melanjutkan konsistensi BINUS dalam menjaga kualitas pendidikan dan memperkuat daya saing di tingkat regional.
Sejak mengikuti pemeringkatan QS WUR pada 2019, BINUS University konsisten mempertahankan posisinya sebagai universitas swasta dengan peringkat tertinggi di Indonesia dalam pemeringkatan QS Asia. Hal ini merupakan bagian dari upaya BINUS untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Nelly menjelaskan BINUS memiliki tiga langkah yang terus dikembangkan dalam mendukung kualitas pendidikan, pertama, memperkuat kolaborasi dengan industri. “Saat ini, BINUS didukung
oleh lebih dari 2.200 mitra industri dari berbagai sektor. Kemitraan ini akan mendukung pengalaman belajar mahasiswa dan membantu mereka dalam mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja,” jelas dia.
Kedua, Enrichment Program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh pengalaman di luar kelas melalui berbagai jalur. Seperti magang profesional, penelitian, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, dan studi di luar negeri.
Pengalaman tersebut melengkapi pembelajaran akademik dan mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional. Ketiga, menghadirkan pengalaman belajar lintas kampus melalui program 2+1+1.
Melalui program ini, mahasiswa menjalani dua tahun perkuliahan di kampus asal, satu tahun kesempatan belajar di kampus BINUS di kota lain, dan satu tahun mengikuti Enrichment Program. Skema ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa memperluas pengalaman akademik dan mengembangkan kompetensi lintas disiplin.
“Kami percaya perguruan tinggi harus terus beradaptasi dengan perubahan, agar pendidikan yang diberikan tetap relevan. Selain itu, kami juga secara berkala terus mengevaluasi dan mengembangkan pendekatan pembelajaran, serta membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Tujuannya agar mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan industri dan mampu menghadapi tantangan di masa depan,” ujar Nelly.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan