Rektor BINUS University Nelly di sela QS Higher Ed Summit 2026. Medcom.id/Renatha Swasty
Rektor BINUS University Nelly di sela QS Higher Ed Summit 2026. Medcom.id/Renatha Swasty

Cara BINUS Siapkan Lulusan Hadapi AI: Pakai AI dengan Panduan dan Etika

Renatha Swasty • 04 November 2026 09:45
Ringkasnya gini..
  • BINUS University memodifikasi mata kuliah untuk mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan produktivitas mahasiswa.
  • Rektor BINUS Nelly menegaskan pemanfaatan AI wajib didampingi panduan etika ketat baik untuk mahasiswa maupun tenaga pengajar.
  • Integrasi AI diarahkan untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan penyelesaian masalah tanpa mengesampingkan keterampilan manusia.
Bali: Perkembangan artificial intelligence (AI) menuntut perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang tidak tergerus oleh mesin. Pembelajaran dimodifikasi sedemikian rupa agar mahasiswa tidak cuma mempelajari AI tapi dapat memanfaatkannya. 

Rektor BINUS University, Nelly, mengungkapkan BINUS memilih beberapa mata kuliah yang memang cocok dipadankan dengan menggunakan AI. Dalam mata kuliah itu, AI akan lebih meningkatkan produktivitas dan kesempatan bagi lulusan. 

"Kita juga sekarang terus mengembangkan, sambil mempelajari dan terus mengembangkan, menambah mata kuliah-mata kuliah yang mana, subjek yang mana lagi yang kita akan delivery dengan meng-encourage untuk utilize AI ini," kata Nelly di sela QS Higher Ed Summit: Asia Pasific 2026 di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Bali, Selasa, 3 November 2026.

Meski begitu, kata dia, BINUS tak cuma memberikan pembelajaran AI. Pihaknya juga memberikan panduan, etika, hingga penggunaannya kepada mahasiswa. 
 
"Jadi buat students itu memang di-encourage dan semuanya ada panduan untuk menggunakannya, supaya mereka terbiasa menggunakan itu, tetapi ada etikanya, kepada dosen juga," beber dia. 

Nelly menekankan AI dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan peluang baru. Namun, AI bukan sekadar alat. 

Mahasiswa harus mengetahui dan memanfaatkannya untuk menciptakan peluang baru, melatih berpikir kritis, dan memecahkan masalah. "Namun kita tetap membutuhkan keterampilan manusia, karena itulah yang membuat perbedaan apa yang akan kita putuskan dan bagaimana menghadirkan kebijaksanaan demi dampak yang bermakna, di situ diperlukan keterampilan manusia," tutur dia.

Pihaknya berharap hal-hal yang diberikan ini dapat mempersiapkan lulusan ke industri.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan