Dampak konflik Rusia-Ukraina terhadap Indonesia
Walaupun Indonesia berada jauh dari wilayah Rusia dan Ukraina, ternyata dampak dari konflik tersebut dapat memengaruhi sektor ekonomi di Tanah Air. Mulai dari melemahnya pasar modal Indonesia, hilangnya pendapatan dari ekspor komoditas, hingga meroketnya harga bahan pokok impor.1. Melemahnya pasar modal Indonesia
Saat Rusia berperang, aktivitas ekonomi secara psikologis akan mengalami perpindahan aset besar-besaran untuk menghindari kerugian. Orang-orang cenderung beralih menuju aset yang stabil, seperti dolar Amerika dan logam mulia. Menguatnya nilai dolar Amerika juga akan berdampak pada nilai tukar terhadap rupiah.2. Hilangnya pendapatan dari ekspor komoditas
Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak mengirimkan produk ke Ukraina maupun Rusia. Berdasarkan data UN Comtrade Database, komoditas tersebut antara lain minyak kelapa sawit, kopi, teh, karet, tembakau, kertas, dan sepatu.Dengan terjadinya perang, Indonesia berpotensi kehilangan pendapatan ekspor sebesar Rp40 triliun dari Rusia dan Rp21,2 triliun dari Ukraina.
3. Harga bahan pokok impor melonjak
Selain menghambat ekspor, perang juga menyulitkan kegiatan impor. Akan terjadi kelangkaan barang impor dari Rusia dan Ukraina yang kemudian berimbas pada lonjakan harga komoditas, antara lain bahan logam, pupuk, dan produk gandum dari Ukraina. Berkurangnya pasokan gandum juga berpotensi menimbulkan kenaikan harga pada bahan makanan berbahan tepung.Demikianlah pembahasan mengenai konflik Rusia dan Ukraina. Hingga saat ini, perang masih berkecamuk di kedua negara tersebut. Besar harapan agar konflik ini segera menemukan titik terang. (Nurisma Rahmatika)
Baca: Belum Selesai, Dialog Damai Rusia-Ukraina Berjalan Alot
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News