Dampak dari sanksi dunia terhadap Rusia
Meskipun peperangan hanya melibatkan Rusia dan Ukraina, ternyata dampaknya bisa memengaruhi negara-negara lain. Salah satu sektor yang paling terpengaruh ialah ekonomi.Konflik ini bakal berdampak pada ekonomi global melalui tiga jalur utama, yaitu:
1. Sanksi keuangan
Rusia banyak dikecam negara-negara lain sejak pertama kali mengumumkan operasi militer, khususnya dunia barat dan Amerika. Namun, tindakan Presiden Rusia yang seolah tak mengindahkan kecaman tersebut membuat sejumlah negara mengembargo atau menjatuhi sanksi keuangan.Di antaranya memberi sanksi pada bank sentral Rusia dengan memblokir aktivitas pencairan sebagian besar aset agar tidak bisa memanfaatkan dana kekayaan negara darurat yang disebut National Wealth Fund (NWF). Selain itu, Rusia juga dibekukan dari keanggotaan SWIFT atau jaringan keuangan dunia. Sehingga, warga negaranya tidak dapat melakukan transaksi keuangan elektronik di luar Rusia.
Akan tetapi, sanksi tersebut justru bak pedang bermata dua. Mengingat Negeri Beruang Putih itu merupakan pengekspor terbesar minyak bumi, bahan tambang, dan logam yang memasok wilayah Eropa, tentu hal ini akan memengaruhi negara-negara yang sering berdagang dengan Rusia.
2. Harga komoditas melonjak
Salah satu pengaruh dari sanksi keuangan tadi adalah melonjaknya harga komoditas utama, seperti minyak bumi, gas, dan bahan tambang. Berdasarkan analisis Economist Intelligence, harga minyak bumi akan berada di atas USD100/barel, harga gas meningkat 50 persen, serta kenaikan juga terjadi pada bahan tambang komoditas utama Rusia-Ukraina, seperti alumunium, titanium, palladium, dan nikel.3. Aktivitas perdagangan
Selain sanksi keuangan, pesawat Rusia juga dilarang melintas dan mendarat di sejumlah negara. Begitu pun sebaliknya, pesawat negara lain tidak bisa mendarat atau melewati Rusia. Akibatnya, banyak aktivitas penerbangan terhambat.Sementara itu, dari jalur laut, rute melalui Laut Hitam ditutup selama beberapa minggu. Hal ini akan berdampak besar pada pengiriman biji-bijian yang transit melalui pelabuhan Ukraina, Rusia, dan mungkin Bulgaria serta Rumania.