Namun, perseteruan antarnegara sesama pecahan Uni Soviet saat ini rupanya bukan yang pertama kali. Tercatat, Rusia juga pernah menginvasi Ukraina pada 2014 dengan motif menguasai semenanjung Krimea dan mendukung pemberontakan yang dipimpin separatis pro-Rusia di wilayah Donbas Timur.
Lantas, sebenarnya dari mana awal mula peperangan ini terjadi? Melansir laman Ruangguru, berikut pembahasannya:
Sejarah konflik Rusia-Ukraina
Semua rangkaian peristiwa ini bermula ketika Uni Soviet bubar pada awal 1990-an. Akibat keruntuhan ini, terbentuklah negara-negara baru, salah satunya Ukraina yang sempat menjadi lokasi penyimpanan persenjataan atom atau nuklir terbesar ketiga di dunia.Berkaca dari peristiwa pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki, sejumlah negara melakukan upaya diplomatik untuk menghilangkan senjata-senjata nuklir. Alhasil, diadakanlah Memorandum Budapest pada 1994.
Perjanjian ini dibentuk dengan tujuan utama melakukan pelucutan senjata nuklir yang dimiliki Ukraina, Kazakhstan, dan Belarusia. Namun, ketiga negara tersebut tidak serta merta setuju lantaran merasa terancam oleh negara tetangga yang superpower, yakni Rusia.
Melalui Memorandum Budapest, ketiga negara tersebut berharap mendapat jaminan keamanan. Ukraina, Kazakhstan, dan Belarusia bersedia melucuti senjata nuklir, asal dijamin aman dari ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial, alias diberi kemerdekaan politik.
Namun, Rusia mengingkari perjanjian tersebut. Negeri Beruang Putih menginvasi Ukraina pada 2014 lantaran ingin mencaplok semenanjung Krimea dan mendukung pemberontakan separatis pro-Rusia di wilayah Donbas Timur. Akibat kejadian ini, 14.000 orang kehilangan nyawa.