Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Pangkas Administrasi, ARKAS Terintegrasi dengan SIPD

Renatha Swasty • 15 Februari 2022 18:09
Jakarta: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, meluncurkan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) sebagai aplikasi tunggal perencanaan dan pelaporan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Peluncuran untuk mewujudkan integrasi sistem pengelolaan anggaran sekolah dengan sistem pengelolaan keuangan daerah.
 
“Sekarang, kita pindah dengan satu aplikasi tunggal yang memudahkan proses bagi tiap sekolah. Dengan adanya ARKAS dan MARKAS, sekolah cukup memasukkan informasi rencana dan anggaran cukup ke satu aplikasi yang sudah satu dengan SIPD dan Dapodik,” kata Nadiem dalam Peluncuran Merdeka Belajar Episode 16: Akselerasi dan Peningkatan Pendanaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Kesetaraan secara daring, Selasa, 15 Februari 2022.
 
Nadiem menuturkan sistem pengelolaan anggaran sekolah akan menyatu dengan sistem pengelolaan daerah. Selain itu, Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbudristek juga akan terhubung dengan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


ARKAS yang dipakai sekolah akan terintegrasi otomatis dengan Manajemen ARKAS (MARKAS), yaitu aplikasi tunggal bagi dinas pendidikan untuk mengelola dana BOS. MARKAS juga bakal terintegrasi dengan SIPD Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
 
“Jadi, untuk sekolah memakai ARKAS. Dinas Pendidikan memakai MARKAS,” tutur dia.  
 
Sebelumnya, sistem pengelolaan anggaran sekolah masih terpisah dari sistem pengelolaan keuangan daerah. Nadiem menyebut dulu sekolah merencanakan dan melaporkan anggaran manual dua kali, yaitu di sistem dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pusat.
 
Dampaknya, sekolah menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk hal administratif. Nadiem tak ingin hal ini terjadi.
 
"Karena kita ingin sekolah-sekolah kita fokus kepada murid-murid dan bukan hal-hal administratif,” tutur Nadiem.
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif