"Meong!" merupakan film drama slice of life yang mengambil sudut pandang seekor kucing bernama Meong dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Berlatar di Kampus ITB, cerita berpusat pada pertemuan Meong dengan seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir.
Si mahasiswa menghadapi berbagai kesulitan dalam prosesnya. Kehadiran Meong menjadi bagian kecil yang menemani perjalanan mahasiswa tersebut.
Ide film berangkat dari keberadaan kucing yang mudah ditemui di berbagai sudut Kampus ITB dan kerap berinteraksi dengan mahasiswa. Kejadian sederhana itu kemudian dikembangkan tim menjadi cerita yang menempatkan kucing sebagai karakter utama.
.jpg)
Siti, pemerang film Meong!. DOK ITB
“Inti dari film ini, kami mau membawakan bahwa sesuatu seperti kucing kecil atau mungkin hal kecil lainnya di dunia ini bisa sangat menginspirasi dan bermakna bagi seseorang. Meskipun terkadang hal kecil tersebut sebenarnya biasa saja atau mungkin bahkan tidak berharga di mata orang lain,” tutur penulis sekaligus produser Meong!, Vincentius Bhagaskara (AS’22) dikutip dari laman itb.ac.id, Selasa, 22 September 2026.
Produksi Meong! dimulai pada Maret 2025 dan melibatkan 10 kru serta satu pemeran utama. Tim terdiri atas Vincentius Bhagaskara (AS’22) sebagai penulis dan produser, Fransiska Fernanda (EB’22) sebagai penulis dan sutradara, serta Dudih Purwadi (AS’22) sebagai Director of Photography, Sound Director, dan editor.
Tokoh Meong diperankan oleh Siti, kucing yang biasa beraktivitas di sekitar Gedung Labtek VII ITB. Dalam pengembangan ide cerita, tim juga melibatkan komunitas peduli kucing ITB Street Feeding dalam proses brainstorming.
Dudih mengungkapkan pemilihan pemeran utama menjadi salah satu bagian unik dalam produksi film. Tim melakukan proses casting terhadap hampir 40 kucing di lingkungan kampus dengan mempertimbangkan warna bulu dan karakter kucing.
“Kami melakukan casting kucing seharian penuh di Kampus ITB. Hampir 40 kucing yang kami coba casting. Kami memperhatikan warna bulu yang cocok dan karakter kucing yang mudah diarahkan. Hingga akhirnya kami memilih Siti yang cocok untuk peran ini,” beber dia.
Dia menyebut menjadikan kucing sebagai pemeran utama juga menjadi tantangan tersendiri. Tim harus menghadapi perubahan cuaca yang terkadang menghambat proses pengambilan gambar sehingga harus menyesuaikan proses syuting dengan kondisi Siti.

Proses pembuatan film Meong!. DOK ITB
Tim juga memperhatikan perilaku dan kondisi kucing selama produksi. Ketika Siti menunjukkan tanda-tanda stres atau tidak nyaman, proses pengambilan gambar dihentikan sementara dan dilanjutkan setelah kondisinya kembali memungkinkan.
“Jujur, penghargaan ini sesuatu yang tidak aku ekspektasikan. Penghargaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Kami juga senang bahwa film yang diproduksi bisa menginspirasi banyak orang. Special thanks juga untuk semua orang yang turut membantu dan Siti yang bisa menghasilkan momen adegan unik secara alami dan tidak terduga,” kata Fransiska.
NextScene Kids & Youth Film Festival merupakan festival film internasional yang menjadi ruang bagi anak-anak dan generasi muda dalam bidang perfilman dan penceritaan kreatif. Pada 2026, festival tersebut memasuki penyelenggaraan kedua dan berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM) serta CGV fX Sudirman, Jakarta pada 6–9 Agustus 2026.
Kompetisi diikuti 54 film dari 14 negara. Terdapat tiga kategori penghargaan utama dalam festival tersebut, yakni Best Film Award, Most Inspiring Film Award, dan Special Jury Mention.