Momen pertunjukan bintang jatuh ini selalu berhasil memikat perhatian masyarakat luas. Suasana langit malam yang tenang semakin menambah daya tarik dari fenomena alam yang luar biasa ini.
Keindahan kilatan cahaya tersebut dapat dinikmati langsung tanpa bantuan alat khusus. Fenomena ini menjadi kesempatan berharga untuk mengamati keagungan alam semesta.
Bagi masyarakat yang ingin mengamatinya, terdapat berbagai fakta menarik yang perlu diketahui. Oleh karena itu, yuk simak informasinya berikut ini.
Apa Itu Hujan Meteor Orionid?
Hujan meteor Orionid merupakan fenomena tahunan ketika deretan meteor tampak meluncur indah dari rasi bintang Orion. Keindahannya membuat peristiwa ini digadang-gadang sebagai salah satu pertunjukan meteor terbaik sepanjang tahun.Menurut NASA, Orionid sangat terkenal karena daya pancar cahayanya yang terang serta kecepatannya yang tinggi. Melesat sangat cepat, meteor ini mampu meninggalkan jejak garis cahaya berkilau yang bertahan beberapa detik di angkasa.
Peristiwa ini dapat diamati dari belahan Bumi utara maupun selatan selama kondisi cuaca mendukung. Selain kilatan meteor, langit malam juga dihiasi oleh gugusan bintang terang di sekitar rasi Orion.
Apa Penyebab Hujan Meteor Orionid?
Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi jalur puing es dan debu peninggalan Komet 1P/Halley. Gesekan udara saat partikel masuk ke atmosfer Bumi membuat serpihan komet menguap dan menciptakan garis-garis cahaya.Partikel debu yang terlihat saat ini sebenarnya telah dilepaskan oleh Komet Halley sejak ratusan tahun lalu. Komet ini memiliki periode orbit sekitar 75-76 tahun dan diperkirakan kembali mendekati Bumi pada tahun 2061.
Nama Komet Halley diambil dari astronom Inggris, Edmond Halley, yang berhasil memprediksi kemunculannya pada tahun 1758. Benda angkasa berukuran 16 x 8 x 8 kilometer ini tercatat sebagai salah satu objek paling gelap di tata surya dengan albedo 0,03.
Kapan Puncak Hujan Meteor Orionid?
Mengutip Space.com, puncak hujan meteor Orionid diperkirakan berlangsung pada malam tanggal 21 hingga 22 Oktober. Meskipun aktif sejak awal Oktober hingga awal November, intensitas kemunculan terbanyak terjadi pada malam puncaknya.Menurut The Guardian, pengamat berpeluang menyaksikan 10 hingga 20 meteor per jam pada kondisi langit gelap sempurna. Namun, tingkat kecerahan Bulan sebesar 72 hingga 74 persen berpotensi menyamarkan kilatan meteor yang redup.
Apakah Hujan Meteor Orionid Bisa Dilihat di Indonesia?
Masyarakat di Indonesia berkesempatan menyaksikan fenomena ini karena rasi Orion dapat terlihat jelas dari wilayah Nusantara. Mengutip Time and Date, di wilayah Jakarta titik radian Orionid mulai terbit di ufuk timur sekitar pukul 22.15 hingga 22.20 WIB.Meski radian sudah terbit pada malam hari, waktu pengamatan terbaik adalah setelah Bulan terbenam. Oleh karena itu, Bulan di Jakarta diperkirakan terbenam sekitar pukul 02.15 WIB pada 22 Oktober.
Dengan demikian, pengamatan paling ideal di Jakarta berlangsung mulai sekitar pukul 02.15 WIB hingga menjelang fajar, saat langit lebih gelap dan radian berada lebih tinggi. Masyarakat di wilayah WITA dan WIT perlu menyesuaikan dengan waktu terbenam Bulan di lokasi masing-masing.
Meteor tampak muncul dari arah timur dan semakin tinggi di langit menjelang fajar. Meski begitu, kejernihan pandangan dapat terkendala oleh kondisi cuaca berawan atau potensi hujan di beberapa daerah.
Tips Mengamati Hujan Meteor
Agar mendapatkan pengalaman pengamatan yang maksimal, pemilihan lokasi terbuka yang jauh dari lampu kota sangat dianjurkan. Tempat yang gelap akan membuat pemandangan langit malam terlihat jauh lebih jelas.Penggunaan teleskop tidak diperlukan karena pengamatan dengan mata telanjang justru memberikan sudut pandang yang lebih luas. Selain itu, alokasi waktu sekitar 20 hingga 30 menit diperlukan agar mata terbiasa dengan kegelapan malam.
Meskipun memancar dari rasi Orion, pengamatan sebaiknya diarahkan ke area langit sejauh 40 hingga 90 derajat dari titik radiannya. Langkah ini akan memperbesar peluang untuk menangkap ekor cahaya meteor yang lebih panjang.
Sobat Medcom, itulah informasi lengkap mengenai fenomena hujan meteor Orionid yang siap menghiasi langit malam pada bulan Oktober. Jangan sampai kelewatan jadwalnya, ya! (Talitha Islamey)