Fenomena Astronomi Oktober 2026 (dok.Pexels)
Fenomena Astronomi Oktober 2026 (dok.Pexels)

3 Fenomena Astronomi Oktober 2026, Catat Tanggalnya!

Renatha Swasty • 29 September 2026 19:03
Ringkasnya gini..
  • Langit malam Oktober 2026 dihiasi fenomena astronomi seperti oposisi planet Saturnus serta dua hujan meteor.
  • Saturnus mencapai posisi oposisi pada 4 Oktober 2026 yang membuatnya tampak lebih terang dan dekat dari Bumi.
  • Hujan meteor Draconid memuncak pada 8-9 Oktober, disusul hujan meteor Orionid yang memuncak pada 21-22 Oktober.
Jakarta: Langit malam pada Oktober 2026 akan dihiasi sejumlah fenomena astronomi yang menarik untuk diamati. Mulai dari planet Saturnus yang mencapai posisi oposisi hingga dua hujan meteor yang aktif pada bulan ini.

NASA mencatat sejumlah peristiwa langit yang dapat menjadi perhatian para pengamat astronomi sepanjang Oktober. Beberapa di antaranya dapat diamati dengan mata tanpa alat bantu apabila kondisi cuaca dan lokasi pengamatan mendukung.

Bagi Sobat Medcom yang ingin menikmati keindahan langit, lokasi dengan polusi cahaya rendah menjadi pilihan yang lebih baik. Waktu pengamatan juga perlu disesuaikan dengan karakter masing-masing fenomena.

Lantas, apa saja fenomena astronomi yang terjadi pada Oktober 2026? Melansir dari laman NASA, berikut informasi lengkapnya.

Fenomena Astronomi Oktober 2026

1. Saturnus Mencapai Oposisi

Fenomena astronomi pertama terjadi pada 4 Oktober 2026, ketika Saturnus mencapai posisi oposisi. Oposisi terjadi ketika sebuah planet berada di sisi berlawanan dengan Matahari jika dilihat dari Bumi.

Posisi ini membuat Saturnus berada relatif dekat dengan Bumi dan memperoleh pencahayaan Matahari secara penuh dari sudut pandang pengamat di Bumi. Fenomena tersebut, Saturnus menjadi salah satu objek yang menarik untuk diamati di langit malam.

2. Hujan Meteor Draconid

Oktober juga menjadi waktu kemunculan Hujan Meteor Draconid pada 7 Oktober 2026, sementara periode aktivitasnya berlangsung pada awal Oktober.

Draconid berasal dari debu dan material yang ditinggalkan Komet 21P/Giacobini-Zinner. Ketika Bumi melintasi jalur material tersebut, partikel-partikel masuk ke atmosfer dan terbakar sehingga terlihat sebagai garis cahaya di langit.

Puncak Draconid diperkirakan berlangsung pada malam 8 – 9 Oktober 2026. Kondisinya cukup menarik untuk pengamatan karena fase Bulan Baru berlangsung pada 10 Oktober sehingga cahaya Bulan tidak banyak mengganggu pengamatan meteor.

3. Hujan Meteor Orionid

Hujan Meteor Orionid aktif mulai 2 Oktober hingga 7 November 2026, dengan puncak pada malam 21–22 Oktober. Hujan meteor ini berasal dari debu yang ditinggalkan Komet Halley ketika mengorbit Matahari.

Apabila kondisi langit gelap, Orionid dapat menghasilkan sekitar 10 – 20 meteor per jam. Meteor dari hujan ini juga dikenal bergerak cepat dengan kecepatan sekitar 66 kilometer per detik ketika memasuki atmosfer Bumi.

Pengamatan Orionid pada 2026 dapat sedikit terganggu cahaya Bulan karena Bulan berada dalam fase waxing gibbous sehingga sebagian cahaya Bulan dapat membuat meteor yang lebih redup menjadi sulit terlihat.

Jadi, Sobat Medcom, sudah siap mengamati indahnya langit malam Oktober 2026? (Adinda Kinanthi)
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan