Seminar Nasional Seni Rupa Pusaran Urban 6. Medcom.id/Talitha Islamey
Seminar Nasional Seni Rupa Pusaran Urban 6. Medcom.id/Talitha Islamey

Bukan Cuma di Galeri! IKJ Ajak Warga Hias Ruang Publik Jakarta Lewat Seni Rupa

Renatha Swasty • 22 Juli 2026 17:28
Ringkasnya gini..
  • FSRD IKJ menggelar Seminar Nasional Pusaran Urban 6 untuk membahas peran narasi visual dan seni rupa dalam memperkaya estetika kota Jakarta.
  • Acara ini mendorong akademisi seni meruntuhkan batas 'menara gading' dan lebih merangkul ekspresi kreatif warga di ruang-ruang publik.
  • Wujud aksi nyatanya terlihat dari kolaborasi IKJ bersama Pemprov DKI dan warga dalam menggelar Festival Kalipasir di bantaran kali.
Jakarta: Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebagai perguruan tinggi seni yang berdiri sejak 1970 tidak berdiam diri terhadap perkembangan Jakarta sebagai melting pot berbagai budaya. Kehadiran seni di ruang publik, mulai dari mural hingga pameran internasional turut memperkaya wajah kota. 
 
Hal itu mengemuka dalam Seminar Nasional Seni Rupa Pusaran Urban 6 bertajuk ‘Narasi Visual dan Praktik Estetik di Kota: Perspektif Interdisiplin Seni Rupa dan Desain’. Seminar ini merupakan ajang penting untuk mendiskusikan perkembangan estetika kota Jakarta.
 
“Tujuannya untuk memberikan awareness dan edukasi kepada masyarakat, praktisi, serta sivitas akademika mengenai bagaimana narasi visual hadir di ruang publik. Diskursus ini tidak akan pernah berhenti karena akademisi seni rupa dan desain tidak luput dari dinamika masyarakat,” kata Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) IKJ, Adlien Fadlia, saat ditemui di Galeri FSRD IKJ, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia mengatakan edukasi ini juga ditujukan agar para mahasiswa dari berbagai daerah dapat mengambil percontohan dari Jakarta. Pengalaman tersebut nantinya dapat diadopsi dan diterapkan kembali untuk membangun kota asal mereka masing-masing.
  Sebagai pelaksana acara tahun ini, program studi (prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) IKJ merancang diskusi yang berfokus pada kontribusi warga dalam membangun ruang estetik kota. Ketua Program Studi (Kaprodi) DKV IKJ sekaligus Ketua Pelaksana Seminar Nasional, Bambang Tri Rahadian, mengatakan keindahan Jakarta tidak hanya dibentuk oleh para seniman profesional, melainkan juga melalui berbagai ekspresi kreatif masyarakatnya sehari-hari.
 
Akademisi Sekolah Pascasarjana IKJ, Martin Suryajaya, menjelaskan ruang publik hingga kawasan permukiman warga dapat dimanfaatkan sebagai media berkesenian tanpa harus selalu bergantung pada galeri formal.
 
Melalui forum ini, Prodi DKV IKJ mendorong akademisi seni untuk meruntuhkan batas ‘menara gading’ dan lebih terbuka pada potensi warga sekitar. Kampus diharapkan tidak lagi merasa paling unggul, melainkan hadir merangkul serta menyelaraskan hak estetik yang dimiliki oleh setiap warga kota.
 
Sebagai bentuk aksi nyata dari komitmen tersebut, IKJ bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan masyarakat setempat berkolaborasi menggelar Festival Kalipasir. Kegiatan di kawasan bantaran kali ini menjadi bukti sinergi langsung antara dunia akademis dan lingkungan sosial.
 
“Fungsi sekolah itu bukan cuma mendidik mahasiswa di dalam kelas, tapi harus membawa dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Bambang. (Talitha Islamey)
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan