Economist Resident Coordinator’s Office of the United Nations Indonesia, Diandra Pratami. Foto: IGN
Economist Resident Coordinator’s Office of the United Nations Indonesia, Diandra Pratami. Foto: IGN

Jangan Asal Main Gim Online, Ini Risiko pada Anak yang Perlu Diketahui

Ilham Pratama Putra • 01 September 2026 14:24
Ringkasnya gini..
  • Gim online bukan cuma tempat bermain, tetapi juga ruang interaksi yang perlu diwaspadai.
  • Anak dan remaja perlu menjaga data pribadi serta berhati-hati berinteraksi dengan orang asing.
  • Fitur keamanan dan privasi dapat dimanfaatkan untuk membuat aktivitas bermain lebih aman.
Jakarta: Bermain gim online kini menjadi bagian dari aktivitas digital banyak anak dan remaja. Di balik keseruan bermain dan berinteraksi dengan pemain lain, ruang digital tersebut juga menyimpan sejumlah risiko yang perlu dipahami agar aktivitas bermain tetap aman.

Persoalan keamanan anak di dunia gim online menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Bandung Chapter 2026. Dalam simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), para peserta membahas isu perlindungan anak melalui forum United Nations Children's Fund (UNICEF).

Topik yang diangkat yakni "The Virtual Roadblocks: Safeguarding Children’s Safety and Security in Online Video Games". Isu tersebut menjadi salah satu dari tiga pembahasan utama yang disimulasikan dalam konferensi yang diikuti sekitar 400 pelajar dari 61 sekolah dan universitas di lebih dari 30 kota dan kabupaten di Indonesia.

Economist Resident Coordinator’s Office of the United Nations Indonesia, Diandra Pratami, mengatakan keterlibatan generasi muda dalam isu tersebut penting karena mereka bukan sekadar penerima manfaat pembangunan. Tetapi juga memiliki peran dalam membentuk masa depan.

"Anak muda bukan hanya penerima manfaat dari pembangunan, tetapi juga merupakan bagian penting dari mereka yang membentuk masa depan. Jadi mereka harus paham betul apa yang mereka terima di dunia digital," kata Diandra dalam keterangan tertulis, Selasa 1 September 2026. Pembahasan mengenai keamanan anak di ruang gim online menjadi relevan seiring semakin luasnya aktivitas anak di ruang digital. Karena itu, penggunaan gim online perlu disertai kesadaran mengenai keamanan dan kemampuan menyaring interaksi maupun informasi yang ditemui selama bermain.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan saaat bermain gim online? Berikut daftarnya:

Hal yang Perlu Diwaspadai di Gim Online untuk Anak

1. Jangan sembarang membagikan data pribadi

Interaksi dalam gim online memungkinkan pemain berkomunikasi dengan orang yang tidak selalu dikenal di dunia nyata. Karena itu, informasi pribadi sebaiknya tidak diberikan sembarangan.

Hindari membagikan informasi seperti alamat rumah, nomor telepon, kata sandi, atau informasi lain. Sebab, informasi tersebut dapat digunakan untuk mengenali atau menghubungi kamu secara langsung.

2. Waspadai interaksi dengan orang yang tidak dikenal

Fitur komunikasi dalam gim dapat membuat pemain berkenalan dengan banyak orang. Namun, tidak semua orang yang ditemui di dunia maya memiliki tujuan yang baik.

Jika ada orang yang membuat tidak nyaman, meminta informasi pribadi, atau mengajak melakukan sesuatu yang mencurigakan, sebaiknya hentikan komunikasi dan laporkan melalui fitur yang tersedia.

3. Jangan mudah percaya tautan atau tawaran dalam gim

Pemain juga perlu berhati-hati ketika menerima tautan, hadiah, atau tawaran yang terlihat menarik. Jangan langsung mengeklik tautan atau memberikan informasi akun hanya karena dijanjikan keuntungan tertentu.

4. Gunakan fitur keamanan yang tersedia

Platform gim umumnya menyediakan sejumlah pengaturan keamanan dan privasi. Manfaatkan fitur tersebut untuk mengatur siapa yang dapat berkomunikasi, mengirim permintaan pertemanan, atau melihat informasi akun.

5. Tetap kritis terhadap apa yang ditemui di ruang digital

Keamanan digital tidak hanya berkaitan dengan melindungi akun dan data pribadi. Kemampuan berpikir kritis juga diperlukan untuk menilai informasi maupun interaksi yang ditemui secara online.
Adapun Konferensi AYIMUN Bandung Chapter 2026 ini diselenggarakan pada 29-30 Agustus 2026. Konferensi ini mempertemukan sekitar 400 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. 

Selain UNICEF, forum tersebut juga menghadirkan simulasi UNCTAD yang membahas pencucian uang dan ketimpangan ekonomi serta UNEP yang membahas keseimbangan perlindungan lingkungan dan pembangunan ekonomi di tengah transisi energi. Selama konferensi, peserta tidak hanya berdiskusi mengenai isu global, tetapi juga menjalani simulasi proses diplomasi seperti penyampaian pandangan, negosiasi, caucusing, hingga penyusunan draft resolutions.

Melalui forum tersebut, generasi muda didorong tidak hanya memahami persoalan global. Tetapi juga belajar menyampaikan gagasan, menghadapi perbedaan perspektif, dan mencari titik temu untuk menghasilkan solusi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan