"Bercita-citalah yang tinggi, menjadi menteri, hebat. Saya kira menjadi presiden juga lebih hebat daripada menteri," ujar Mu'ti dalam acara Festival Pahlawan Anak di Jakarta, Kamis 13 Agustus 2026.
Mu'ti menjelaskan pemimpin bangsa hanya akan tumbuh menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Karena itu sekolah yang aman dan nyaman sangat penting bagi siswa.
Menurut dia, sekolah bukan sekadar tempat menuntut ilmu. Tetapi juga ruang bagi anak untuk tumbuh dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin bangsa.
| Baca juga: Belajar Jadi Diplomat Sejak Sekolah, Mendikdasmen: Modal Masa Depan |
Mu'ti mengatakan upaya menciptakan sekolah aman dan nyaman telah menjadi bagian dari program Kemendikdasmen. Hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai Gerakan Budaya Aman, Sehat, Tertib, Kreatif, dan Beretika.
Dia menilai lingkungan yang aman diperlukan agar peserta didik dapat berinteraksi dan berkembang secara optimal. Salah satu hal yang harus dicegah ialah perundungan di lingkungan sekolah.
"Bagaimana agar di sekolah tidak ada lagi perundungan, agar di sekolah juga anak-anakku sekalian dapat berinteraksi dengan sebaik-baiknya, menjadi program yang memang sudah mulai kita laksanakan," kata dia.
Mu'ti menekankan pembangunan budaya sekolah yang aman dan nyaman membutuhkan dukungan banyak pihak. Orang tua, masyarakat, guru, organisasi, hingga berbagai mitra pendidikan memiliki peran dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi anak.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi organisasi seperti Save the Children yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Mu'ti berharap sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi peserta didik.
Dengan menjadikan sekolah sebagai rumah ke dua, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik. Tetapi juga memiliki ruang untuk bertemu, berteman, dan belajar hidup bersama dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda.
"Menjadikan sekolah sebagai rumah kita yang kedua, dan menjadikan sekolah sebagai tempat di mana kita bertemu dengan sahabat-sahabat kita, teman-teman kita yang berbeda-beda tapi mereka semua punya kemampuan yang hebat," tuturnya.
| Baca juga: Kemendikdasmen Dobrak Darurat Literasi! 5,5 Juta Buku Meluncur ke Puluhan Ribu Sekolah |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda