Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. DOK
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. DOK

Guru Jadi Pendamping Siswa, Rerie: Harus Diimbangi Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Renatha Swasty • 10 Agustus 2026 18:32
Ringkasnya gini..
  • Kemendikdasmen memperkuat reformasi budaya sekolah dengan mendorong peran guru sebagai pendamping dan wali bagi siswa.
  • Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menegaskan peningkatan peran guru wajib diimbangi dengan perbaikan tata kelola dan kesejahteraan.
  • Menciptakan sekolah yang aman dan inklusif membutuhkan kolaborasi aktif antara guru, orang tua, serta masyarakat luas.
Jakart: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bakal memperkuat reformasi budaya sekolah dengan mengubah peran guru dari sekadar pengajar menjadi pendamping sekaligus wali bagi peserta didik. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan percepatan peningkatan kualitas pengajaran yang baik, aman, dan nyaman harus diikuti dengan langkah nyata pembenahan tata kelola dan kesejahteraan guru. 
 
"Peningkatan kesejahteraan saja sejatinya belum cukup untuk langsung meningkatkan mutu pendidikan nasional, tanpa didukung tata kelola dan distribusi guru yang merata, serta perhatian khusus terhadap kesejahteraan tenaga pengajar di tanah air," kata Rerie, sapaan karib Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis, Senin, 10 Agustus 2026. 
 
Reformasi budaya sekolah itu merupakan bagian dari strategi menciptakan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Perubahan tersebut merupakan tindak lanjut dari Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pembangunan Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman, yang disusun sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

Rerie mengatakan upaya peningkatan peran guru menuntut peningkatan keterampilan dan tanggung jawab besar dari para guru yang harus diimbangi dengan perbaikan kesejahteraan secara menyeluruh.
  Selain itu, upaya menciptakan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan juga tidak lepas dari keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam merealisasikannya. 
 
Anggota Komisi X DPR RI itu juga mendorong peningkatan pemahaman para orang tua dan masyarakat. Hal itu sebagai bagian dari upaya merealisasikan ruang pendidikan yang aman dan nyaman bagi generasi penerus bangsa. 
 
Rerie menilai peran guru wali, orang tua, dan masyarakat penting di tengah gelombang kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia yang terus berulang. 
 
"Saatnya kita bergerak bersama untuk mencegahnya, serta membangun sistem perlindungan anak menyeluruh demi menyelamatkan generasi penerus bangsa," tegas Rerie.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan