"Kemarin setelah dilaporkan oleh dinas terkait, yakni Dinas Pendidikan dan juga Citata (Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan), maka saya memutuskan untuk ditambah empat yang akan diselesaikan di tahun ini. Jadi ada tujuh, tambah empat, jadi ada 11 sekolah, kata Pramono Anung dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Senin, 27 Juli 2026.
Pramono menjelaskan awalnya Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran tahun 2026 untuk merevitalisasi 22 sekolah SD, SMP, dan SMA. Namun, jumlah tersebut terpaksa dipangkas menjadi hanya tujuh sekolah karena adanya pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH).
Dalam daftar prioritas tersebut, SDN 09 Kebayoran Lama awalnya berada di urutan kedelapan. Sehingga, tidak masuk dalam program revitalisasi tahun ini.
Baca Juga :
Bertahun-tahun Sekolah 3 Shift, SD Inpres Naimata Kupang Akhirnya Bebas Masalah Kelas Usai Direvitalisasi
Pramono mengungkapkan SDN 01 Cipete awalnya murni untuk renovasi atau membangun sekolah baru. Namun, di tengah jalan ada keinginan untuk mixed-use membangun ke atas sampai dengan 20 lantai.
"Tapi dalam perjalannya kontraktornya berubah lagi untuk membangun hanya SD negeri itu, waktunya sudah selesai, sudah lewat. Maka kemarin saya memutuskan sudah kita selesaikan SD dulu, untuk mixed-use tidak kita lanjutkan. Nanti untuk mixed-use urusan lain, yang penting SD Negeri 01 Cipete segera bisa diselesaikan," tutur Pramono.
Dia juga memastikan sisa 11 sekolah lainnya yang tertunda revitalisasinya akan diselesaikan bertahap pada tahun anggaran berikutnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda