SMA Labchool Kebayoran borong penghargaan. Foto: Instagram @sma_labsky
SMA Labchool Kebayoran borong penghargaan. Foto: Instagram @sma_labsky

Satu-satunya dari Asia, SMA Labschool Kebayoran Raih 2 Grand Prix di Festival Tari Internasional Paris 2026

Renatha Swasty • 24 Juli 2026 19:03
Ringkasnya gini..
  • SMA Labschool Kebayoran memborong dua gelar Grand Prix pada ajang Etoiles de Paris 2026 di Prancis sebagai satu-satunya wakil dari Asia.
  • Meski diisi pelajar non-profesional, delegasi Indonesia mampu mengalahkan penari profesional internasional lewat penampilan Tari Sanghyang Geni.
  • Keikutsertaan ini merupakan Misi Budaya ke-20 sekolah sejak 2004 untuk melestarikan budaya dan memperkuat diplomasi internasional.
​Jakarta: Delegasi misi budaya SMA Labschool Kebayoran berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah global. Tim memborong sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk dua gelar Grand Prix pada ajang "38th International Competition and Festival of Folklore, Dance and Music: Etoiles de Paris" di Prancis pada 12-21 Juli 2026.
 
Tim yang terdiri dari 26 siswa dan dua guru pendamping ini menjadi satu-satunya perwakilan dari Benua Asia. Mereka bersaing ketat dengan komunitas seni dari enam negara lainnya di seluruh dunia.
 
"Alhamdulillah, tahun ini kita kembali mendapatkan Grand Prix. Secara keseluruhan, kita meraih empat juara pertama, dua juara kedua dari berbagai cabang, serta Grand Prix di dua kategori. Anak-anak menjalankan kegiatan ini dengan penuh sukacita karena bisa bertemu dan berkompetisi dengan komunitas dari seluruh dunia," ujar Kepala SMA Labschool Kebayoran, Suparno, melalui keterangan tertulis dikutip Jumat, 24 Juli 2026. 

Prestasi gemilang di Benua Eropa ini diraih bukan tanpa rintangan. Tantangan terbesar selama persiapan adalah menyamakan visi dan membangun kesungguhan dalam diri para siswa bahwa kepergian mereka ke Paris adalah untuk misi kompetisi yang serius, bukan sekadar kunjungan biasa.
 
​Tantangan tersebut semakin berat lantaran beberapa tim lawan merupakan penari profesional yang telah memiliki jam terbang tinggi. Sementara itu, tim SMA Labschool Kebayoran murni beranggotakan pelajar sekolah menengah atas yang berstatus non-profesional. 
 
Namun, dedikasi, kedisiplinan, dan latihan keras para siswa terbukti mampu menandingi dan bahkan mengalahkan kehebatan para penari profesional tersebut. ​Dalam kompetisi bergengsi ini, kontingen Labschool membawakan beragam tarian daerah yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara. 
  Penampilan puncak yang berhasil menyabet gelar tertinggi Grand Prix untuk kategori Main Group Performance adalah Tari "Sanghyang Geni" asal Bali yang dibawakan secara apik dan bertenaga oleh 26 penari.
 
​Kepiawaian para siswa juga diapresiasi tinggi pada kategori kelompok kecil dan solo. Berikut rincian capaian medali SMA Labschool Kebayoran di Etoiles de Paris 2026:
  1. ​Kategori Main Group: Grand Prix (Tari Sanghyang Geni - Bali)
  2. ​Kategori Solo Dancer: Juara 1 / Grand Prix (Tari Bajidor Kahot - Jawa Barat)
  3. ​Kategori Solo Dancer: Juara 2 (Tari Piring Sofyani - Sumatera Barat)
  4. ​Kategori Duo Dancer: Juara 1 (Tari Kembang Kipas - Betawi)
  5. ​Kategori Trio Dancer: Juara 1 (Tari Angin Mamiri - Sulawesi Selatan)
  6. ​Kategori Quadro Dancer: Juara 1 (Tari Mambo Simbo - Papua)
  7. ​Kategori Trio Dancer: Juara 2 (Tari Rantak Indang - Sumatera Barat)
​​Keikutsertaan di festival bergengsi Eropa ini merupakan pelaksanaan Misi Budaya ke-20 yang telah diselenggarakan oleh SMA Labschool Kebayoran sejak tahun 2004. Suparno mengatakan ajang ini lebih dari sekadar kompetisi, melainkan sarana edukasi karakter dan diplomasi kuat untuk mempromosikan Indonesia di kancah internasional.
 
​Kemenangan di ajang Etoiles de Paris 2026 ini menjadi bukti nyata kesungguhan dan kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur mampu melampaui batas dan menaklukkan panggung dunia. Keberhasilan menyingkirkan penari-penari profesional internasional menegaskan posisi SMA Labschool Kebayoran bukan sekadar peserta lomba biasa, melainkan duta bangsa yang tangguh. 
 
Melalui harmoni gerak dari Bali, Jawa Barat, hingga Papua, mereka telah membuktikan pelestarian seni tradisional adalah jembatan diplomasi terbaik untuk membuat pesona Nusantara berpendar terang di mata dunia. 
 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan